Saham Eropa Diutup Cenderung Lesu
Bursa saham Eropa ditutup cenderung lesu pada perdagangan Senin (20/7), masih menahan tekanan dari pelemahan pekan lalu. Investor bersikap hati-hati karena latar belakang makroekonomi memburuk, sementara pasar menunggu rilis laporan keuangan emiten besar pekan ini.
Euro STOXX 50 ditutup datar di level 6.228, sedangkan STOXX Europe 600 turun 0,3% ke 639,9. Pergerakan terbatas ini menunjukkan investor belum berani mengambil posisi agresif di tengah meningkatnya risiko global.
Tekanan utama datang dari lonjakan harga gas alam Eropa. Serangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran membuat aliran tanker LNG melalui Selat Hormuz terganggu, sehingga memunculkan kekhawatiran baru terhadap inflasi di kawasan Eurozone.
Bank Sentral Eropa atau ECB masih diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan ini. Namun, pasar mulai meningkatkan ekspektasi bahwa ECB bisa kembali menaikkan suku bunga tahun ini jika tekanan inflasi energi terus berlanjut.
Sektor perbankan bergerak beragam menjelang pekan penting laporan keuangan. Santander melemah tipis, sementara UniCredit naik 0,5% dan BNP Paribas menguat 1,1%. Di sisi lain, LVMH turun lebih dari 1,3% karena kenaikan yield global menekan prospek belanja konsumen.
Dampaknya ke market, bursa Eropa masih berisiko tertahan selama harga gas dan minyak tetap tinggi. Kenaikan biaya energi dapat menekan margin perusahaan, memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi, dan membuat investor lebih defensif terhadap saham konsumsi, maskapai, serta emiten yang sensitif terhadap inflasi.(yds)
Sumber: Newsmaker.id