Saham Eropa Terkoreksi dari Rekor, Yield dan Iran Jadi Fokus
Indeks saham Eropa melemah tipis dari level rekor pada Jumat setelah penurunan yield obligasi pemerintah mulai tertahan. Euro STOXX 50 turun 0,3% ke 6.302, sementara STOXX Europe 600 melemah 0,2% ke 636.
Sentimen pasar tertahan setelah Iran menunda dimulainya pembicaraan mengenai program nuklir dan perang dengan AS. Penundaan ini menghentikan sementara rangkaian de-eskalasi yang sebelumnya membantu menurunkan harga energi dan mendorong reli saham Eropa sepanjang pekan.
Meski begitu, rencana pemulihan perdagangan melalui Selat Hormuz tetap berjalan. Laporan mengenai kapal tanker yang kembali melintasi jalur tersebut membantu membatasi tekanan pada pasar, karena arus energi yang lebih lancar dapat mengurangi risiko pasokan dan menahan tekanan inflasi.
Dari sisi sektor, saham barang mewah menjadi salah satu penekan utama. LVMH, Hermes, dan Ferrari turun sekitar 2,3% sampai 2,5%. Sektor teknologi juga melemah, dengan ASML turun 1% dan Prosus terkoreksi 2,2%.
Saham otomotif Jerman bergerak lebih stabil setelah sebelumnya tertekan oleh pemangkasan panduan BMW pada pekan ini. Namun, Volkswagen turun 4,5% karena diperdagangkan tanpa hak dividen.
Secara mingguan, Euro STOXX 50 masih naik 1,9%, sementara STOXX Europe 600 menguat 0,4%. Pergerakan ini menunjukkan pasar Eropa tetap mendapat dukungan dari meredanya risiko energi, tetapi reli mulai lebih selektif karena investor kembali mencermati yield, ketidakpastian diplomasi AS-Iran, dan tekanan di sektor-sektor berkapitalisasi besar.(yds)
Sumber: Newsmaker.id