Saham Eropa Turun 7 Sesi, Risiko Stagflasi Energi Bayangi Pasar
Saham Eropa ditutup melemah untuk sesi ketujuh beruntun pada Selasa (28/4) , di tengah kekhawatiran pasokan energi yang ketat dapat mendorong risiko stagflasi. Indeks Euro Stoxx 50 turun 0,3% ke 5.843, sementara Stoxx 600 melemah 0,3% ke 607.
Sentimen dibebani kebuntuan AS–Iran soal syarat mengakhiri konflik, yang memperpanjang reli harga energi—komoditas yang banyak diimpor ekonomi Eropa. Tekanan energi ini menjaga risiko inflasi tetap tinggi sekaligus menggerus outlook pertumbuhan, membuat pasar menilai jalur kebijakan moneter Eropa akan semakin sulit. Pelemahan terjadi meski ada kabar UEA keluar dari OPEC dan OPEC+, karena fokus pasar tetap pada ketatnya pasokan fisik dan ketidakpastian geopolitik.
Di sisi saham, ASML dan Siemens Energy jatuh lebih dari 3% masing-masing, mengikuti pelemahan global di saham perangkat keras AI dan operator listrik setelah laporan bahwa OpenAI gagal memenuhi target internal, memunculkan kembali pertanyaan soal keberlanjutan belanja infrastruktur AI. Air Liquide turun 3,2% setelah pendapatan kuartalannya meleset dari estimasi meski perusahaan memberi sinyal peningkatan investasi. Bayer anjlok 4,6% setelah Mahkamah Agung AS terbelah dalam kasus Roundup, mempertahankan ketidakpastian risiko litigasi.
Sumber: Newsmaker.id