Emas Turun Saat Pasar Madih Dalam Kondisi Menimbang
Harga emas melemah saat pelaku pasar menilai perkembangan upaya diplomatik untuk mengakhiri perang AS-Iran, sementara Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup bagi pelayaran dan menjaga gangguan pasokan energi.
Bullion sempat turun hingga 1,4% ke bawah US$4.620 per troy ounce. Iran disebut membuka peluang kesepakatan sementara untuk membuka kembali jalur tersebut sebagai imbalan penghentian blokade AS atas pelabuhan Iran, namun Presiden Donald Trump dan tim keamanan nasionalnya dilaporkan skeptis. Di saat yang sama, reli minyak berlanjut.
Guncangan pasokan energi selama delapan pekan konflik menambah risiko inflasi, memperkuat kemungkinan bank sentral menahan suku bunga lebih lama atau bahkan mempertimbangkan kenaikan, yang menjadi hambatan bagi emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Sejak konflik dimulai akhir Februari, emas tercatat turun sekitar 12%.
Pekan ini, perhatian pasar juga tertuju pada keputusan suku bunga di AS, Uni Eropa, Inggris, dan Kanada. Bank of Japan sebelumnya mempertahankan suku bunga di 0,75% dengan hasil suara terbelah yang dinilai meningkatkan peluang kenaikan pada Juni.
Pada 10:18 waktu London, harga spot emas turun 1,2% menjadi US$4.624,20 per troy ounce, sementara indeks dolar Bloomberg naik 0,2%. Perak turun 2,8% ke US$73,39, dengan platinum dan palladium juga melemah, menandakan tekanan meluas di logam mulia. (asd)
Sumber: Newsmaker.id