Bursa Eropa Pulih Setelah Trump Singkirkan Opsi 'Militer' untuk Greenland
Saham Eropa sempat tertekan pada hari Rabu (21/1), tapi kembali stabil setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal ia tidak akan memakai kekuatan "militer" dalam upaya mendapatkan Greenland. Sentimen yang tadinya panik mendadak sedikit “adem” — walau pasar sadar dramanya belum selesai.
Indeks Stoxx Europe 600 sempat turun hingga 0,9%, lalu berangsur pulih dan ditutup nyaris flat. Pemantiknya datang dari pidato Trump di Davos, saat ia menegaskan ingin negosiasi segera soal akuisisi Greenland, sambil menutup skenario aksi militer yang paling ekstrem.
Trump bahkan bilang, Amerika mungkin bisa “tak terbendung” kalau memakai kekuatan besar, tapi ia tidak akan melakukannya. Kalimat itu cukup untuk membuat investor menarik napas, karena setidaknya risiko paling buruk untuk pasar — eskalasi militer — sementara ini disingkirkan dari meja.
Meski begitu, pelaku pasar tetap waspada. Para analis menilai pernyataan Trump memang menurunkan ketegangan sesaat, tapi tidak mengubah inti masalah: Trump masih ngotot mengejar Greenland dan ancaman tarif ke Eropa tetap menggantung. Dalam waktu yang sama, muncul kabar Parlemen Eropa disebut akan menunda pemungutan suara untuk ratifikasi perjanjian dagang dengan AS — tanda hubungan dagang belum benar-benar mulus.
Di sektor, saham-saham yang terkait belanja pertahanan justru melemah, begitu juga energi terbarukan. Sebaliknya, saham pertambangan lumayan kuat setelah harga tembaga naik, terbantu proyeksi Goldman Sachs soal aliran logam yang berlanjut ke AS.
Untuk saham individual: Danone jatuh tajam setelah salah satu produk susu formula bayinya ditarik dari rak di Singapura. Barry Callebaut menguat setelah menunjuk mantan bos Unilever, Hein Schumacher, sebagai CEO baru. Sementara Burberry ikut melesat karena penjualannya naik di periode liburan yang biasanya krusial. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id