Yen Melemah, Hormuz Jadi Tekanan
Yen Jepang kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (08/7). USD/JPY bergerak mendekati level 162,5, membuat yen kembali mendekati posisi terendah dalam 40 tahun. Pelemahan ini terjadi karena dolar AS mendapat dukungan dari permintaan safe haven setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara baru ke Iran.
Ketegangan meningkat setelah serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz memicu respons militer dari AS. Eskalasi ini mendorong harga minyak naik dan kembali menyalakan kekhawatiran inflasi global. Bagi Jepang, kenaikan harga minyak menjadi tekanan besar karena negara tersebut sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah.
Tekanan terhadap yen juga datang dari sikap pelaku pasar yang masih berani mengambil posisi melawan mata uang Jepang. Minimnya intervensi nyata dari otoritas Jepang membuat investor menilai yen masih rentan melemah. Meski begitu, pasar tetap waspada karena level USD/JPY di atas 160 sebelumnya sering dikaitkan dengan potensi intervensi dari Tokyo.
Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, kembali menegaskan bahwa pemerintah siap melakukan intervensi di pasar valuta asing jika diperlukan. Ia juga menyebut Jepang dan Amerika Serikat tetap berkomunikasi erat terkait kebijakan mata uang. Namun, banyak investor menilai intervensi saja belum tentu cukup untuk memberi pemulihan jangka panjang bagi yen, selama dolar tetap kuat dan harga minyak terus menekan ekonomi Jepang.(asd)
Sumber: Newsmaker.id