Franc Swiss Pangkas Penguatan, Pasar Menanti Data Inflasi AS
Newsmaker.id - Franc Swiss memangkas sebagian penguatan awalnya terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat (10/7). Pasangan USD/CHF kembali memperoleh pijakan setelah sempat tertekan, sementara pelaku pasar memilih berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS pada pekan depan.
Pada awal perdagangan, franc mendapat dukungan dari permintaan terhadap aset aman di tengah ketidakpastian konflik Amerika Serikat dan Iran. Namun, harapan bahwa mediator regional dapat menghidupkan kembali jalur diplomasi mulai mengurangi kekhawatiran pasar dan membatasi permintaan terhadap mata uang safe haven.
Dolar AS juga mulai pulih setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir. Meski risalah pertemuan Federal Open Market Committee dinilai tidak seketat perkiraan, ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang mempertahankan kebijakan moneter ketat membantu membatasi pelemahan greenback.
Perhatian pasar kini tertuju pada data Consumer Price Index Amerika Serikat. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga The Fed, mendorong imbal hasil obligasi AS, dan menopang kenaikan USD/CHF. Sebaliknya, data yang lebih rendah berpotensi kembali menekan dolar dan mengangkat franc Swiss.
Dari Swiss, inflasi yang relatif rendah memberi ruang bagi Swiss National Bank untuk mempertahankan kebijakan suku bunga yang lebih longgar. Inflasi Swiss pada Juni tercatat sekitar 0,5%, masih berada dalam kisaran stabilitas harga SNB, sedangkan bank sentral mempertahankan suku bunga acuannya di level 0%.(CP)