Tarif AS Dorong Risk-Off, USD/CHF Dekati Area Terendah
USD/CHF memperpanjang pelemahan untuk hari kelima berturut-turut dan bertahan di area 0,7720 pada perdagangan Asia Kamis. Tekanan pada pasangan ini muncul karena Swiss franc kembali menjadi pilihan defensif, seiring sentimen pasar memburuk akibat memanasnya tensi perdagangan dan meningkatnya minat terhadap aset safe haven.
Dari sisi AS, pasar kembali sensitif setelah Presiden Donald Trump melanjutkan agenda tarif 10% terhadap mitra dagang, meski Mahkamah Agung membatasi sebagian kerangka tarif sebelumnya. Dalam pidato kenegaraan, Trump menilai ekonomi AS membaik dan membela tarif sebagai penopang pertumbuhan, namun narasi kebijakan yang berubah cepat menjaga pelaku pasar tetap waspada dan mendukung permintaan ke mata uang defensif seperti CHF.
Dari Swiss, franc ikut mendapat dukungan karena pasar menilai SNB tidak terburu-buru memangkas suku bunga. Inflasi Swiss yang rendah (sekitar 0,1% pada Januari) masih berada di bawah tekanan, tetapi bank sentral menilai stabilitas harga dilihat dalam horizon menengah dan kondisi kebijakan saat ini relatif tepat. Sejumlah rilis dan survei sentimen Swiss juga mendorong persepsi bahwa suku bunga SNB akan cenderung ditahan lebih lama.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada data ketenagakerjaan Swiss yang dirilis hari ini dan PDB kuartal empat pada Jumat, yang akan menjadi petunjuk kekuatan ekonomi domestik. Dari AS, fokus beralih ke klaim pengangguran mingguan, karena indikator tenaga kerja tetap kunci untuk membentuk ekspektasi arah kebijakan The Fed—dan pada akhirnya, arah USD/CHF dalam jangka pendek.(alg)
Sumber: Newsmaker.id