• Tue, Jul 14, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

14 July 2026 16:42  |

Dolar Terkoreksi Jelang Data CPI dan Kesaksian Warsh

Dolar AS sedikit melemah tapi masih bergerak di dekat level tertinggi 13 bulan pada perdagangan Selasa (14/7), menjelang rilis data inflasi AS dan testimoni pertama Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres. Pasar kini lebih sensitif terhadap data CPI karena ketegangan Timur Tengah kembali mendorong harga minyak naik tajam.

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Teluk membuat arus kapal melalui Selat Hormuz hampir terhenti. Kondisi ini mendorong harga minyak bergerak menuju US$90 per barel dan membuat investor mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga global pada tahun ini.

Kekhawatiran utama pasar adalah dampak lonjakan minyak terhadap inflasi. Jika harga energi terus naik, tekanan harga bisa kembali menguat dan membuat The Fed sulit menurunkan suku bunga. Bahkan, pasar kini melihat peluang sekitar 20% bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga pada Juli.

Ekspektasi tersebut mendorong imbal hasil obligasi AS naik di atas 4,6%, level tertinggi sejak Mei, dan memberi dukungan tambahan bagi dolar. Komentar Gubernur The Fed Christopher Waller juga menambah tekanan, setelah ia mengatakan suku bunga mungkin perlu dinaikkan dalam waktu dekat jika inflasi masih jauh di atas target 2%.

Di pasar mata uang, euro naik tipis 0,2% ke US$1,1399, sementara poundsterling juga menguat 0,2% ke US$1,337. Namun, volatilitas mata uang meningkat karena trader mulai melindungi posisi mereka dari potensi pergerakan besar setelah rilis data inflasi AS.

Sementara itu, yen Jepang masih berada dekat level terlemah dalam 40 tahun meski sempat menguat tipis ke 162,27 per dolar AS. Pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi intervensi dari otoritas Jepang, terutama setelah muncul komentar bahwa pemerintah dapat meninjau alokasi aset dana pensiun negara jika kondisi pasar berubah tajam. (arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai