Bitcoin Tahan Napas Jelang CPI
Bitcoin masih bergerak tertekan pada perdagangan Selasa (14/7), seiring investor menahan diri dari aset spekulatif di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran dan kekhawatiran inflasi. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$62.556, dengan rentang harian di US$61.794–US$63.063.
Tekanan terhadap Bitcoin datang dari sentimen risk-off global. Konflik di Selat Hormuz membuat harga minyak kembali panas, sehingga pasar khawatir inflasi energi bisa naik lagi. Kondisi ini kurang bersahabat untuk crypto karena jika inflasi tinggi, The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan kembali menaikkannya.
Ekspektasi suku bunga makin menjadi sorotan setelah Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat perlu dipertimbangkan jika inflasi inti kembali panas. Pasar juga menunggu data CPI AS bulan Juni, yang diperkirakan menunjukkan inflasi utama mulai melandai, tetapi inflasi inti masih bertahan di atas target 2% The Fed.
Selain CPI, investor juga menunggu testimoni pertama Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres. Pasar tidak terlalu berharap Warsh memberi arahan yang terlalu jelas, karena sejauh ini ia cenderung menghindari forward guidance. Namun, setiap komentar soal inflasi dan suku bunga tetap bisa menggerakkan dolar, yield, dan aset berisiko seperti Bitcoin.
Dari sisi institusional, arus dana ETF Bitcoin spot masih menjadi perhatian besar. Data SoSoValue menunjukkan pergerakan dana ETF terus dipantau pasar karena inflow dan outflow menjadi salah satu indikator minat investor besar terhadap Bitcoin. Jika outflow berlanjut, tekanan jual terhadap BTC bisa tetap terasa.
Altcoin bergerak campuran cenderung lemah. Ethereum berada di sekitar US$1.624,95, XRP di US$1,059, Solana di US$77,97, BNB di US$569,28, Cardano di US$0,1583, dan Dogecoin di US$0,0720. Untuk jangka pendek, Bitcoin perlu kembali menembus area US$63.500–US$64.000 agar peluang rebound terbuka. Jika gagal bertahan di atas US$61.800, tekanan bisa berlanjut ke area psikologis US$60.000.(arl)
Sumber : Newsmaker.id