Market Analis: Brent Bertahan di US$84,46, Risiko Hormuz Masih Panaskan Minyak
Harga minyak Brent masih bertahan tinggi di sekitar US$84,465 per barel pada perdagangan Rabu (15/7), meski mulai sedikit menjauh dari level lonjakan sebelumnya. Pergerakan ini tetap dipengaruhi oleh memanasnya konflik Amerika Serikat dan Iran, setelah Presiden Donald Trump kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan Iran. Pasar juga masih mencermati ancaman Garda Revolusi Iran yang menyebut jalur ekspor energi kawasan bisa ikut ditutup jika tekanan AS berlanjut.
Brent masih berada dalam fase rawan volatil karena risiko pasokan dari Selat Hormuz belum benar-benar mereda. Selama ekspor Teluk belum pulih normal dan ketegangan lintas kawasan masih berlangsung, minyak berpotensi tetap ditopang oleh premi risiko geopolitik.
Harga Brent pada saat analisis ini dirilis berada di level: $84.48
- Beli jika harga bergerak ke Level: $84.64
- Jual jika harga bergerak ke Level: $84.18
Resistance 2: $85.39
Resistance 1: $84.93
Support 1: $84.01
Support 2: $83.55
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap pertimbangkan dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum mengambil keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id