CPI Melandai, Perak Masih Tertekan
Harga perak melemah pada perdagangan Eropa hari Rabu (15/7), meskipun pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. XAG/USD turun 0,6% ke dekat level US$58,00 per troy ounce.
Tekanan pada perak terjadi setelah data CPI Amerika Serikat bulan Juni menunjukkan inflasi melambat cukup tajam. Inflasi utama turun ke 3,5% secara tahunan, sementara inflasi inti melambat ke 2,6%.
Data tersebut membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini ikut menurun. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga Juli turun ke 16,6%, jauh lebih rendah dari 41,7% pada Senin.
Secara teori, penurunan ekspektasi suku bunga seharusnya menjadi sentimen positif bagi aset tanpa imbal hasil seperti perak. Namun, penguatan harga minyak akibat kembali memanasnya serangan antara Amerika Serikat dan Iran membuat ruang kenaikan perak menjadi terbatas.
Kenaikan harga energi berisiko menghidupkan kembali tekanan inflasi global. Jika inflasi kembali naik, bank sentral bisa mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, sehingga menjadi beban bagi perak dan logam mulia lainnya.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada data Producer Price Index atau PPI AS bulan Juni. Jika PPI kembali menunjukkan inflasi yang lebih jinak, perak bisa mendapat dukungan. Namun, jika tekanan harga produsen masih kuat, XAG/USD berpotensi kembali tertekan. (arl)
Sumber : Newsmaker.id