Risk-Off Mode: Kripto Merosot Menjelang The Fed
Pasar kripto bergerak melemah pada sesi perdagangan Selasa (28/10). Bitcoin merosot di area sekitar $112.000 setelah sempat mengalami aksi jual di awal bulan, sementara Ether juga terkoreksi sekitar 5% di sekitar $3.900 dan sebagian besar altcoin besar ikut turun, menekan kapitalisasi total pasar kripto sekitar 1%. Pelaku pasar terlihat hati-hati menjelang keputusan suku bunga The Federal Reserve, sehingga minat risiko jangka pendek sedikit menurun meskipun Bitcoin masih mencatat kenaikan dibanding level terendah pertengahan Oktober.
Secara fundamental, narasi besarnya masih bullish. Ekspektasi pasar adalah The Fed akan memangkas suku bunga lagi sebesar 25 bps, yang berarti kondisi likuiditas bisa makin longgar — sesuatu yang biasanya menguntungkan aset berisiko seperti kripto. Selain itu, aliran dana institusi masih deras: produk ETF Bitcoin di AS mencatat miliaran dolar arus masuk pada Oktober, dipimpin BlackRock, dan kini memegang porsi historis besar dari suplai BTC. Regulasi juga makin matang setelah otoritas AS menyederhanakan proses persetujuan ETF kripto baru, tidak hanya untuk Bitcoin dan Ethereum tetapi juga aset lain.
Untuk altcoin, pergerakan selektif mulai kelihatan. Stellar (XLM) justru naik lebih dari 2% didukung minat institusi pada infrastruktur pembayaran berbasis blockchain. Di sisi lain, pasar masih sensitif terhadap headline geopolitik: awal Oktober, satu guncangan kebijakan perdagangan AS–China sempat menghapus ratusan miliar dolar dari valuasi kripto hanya dalam dua hari, menunjukkan bahwa volatilitas makro tetap jadi risiko utama. Dengan kombinasi pemangkasan suku bunga The Fed, arus dana institusi, dan agenda regulasi yang lebih jelas, banyak analis menilai bias sentimen jangka menengah masih positif meski short-term-nya choppy. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id