Bursa AS Tertekan Di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Saham-saham AS jatuh pada Selasa (3/3), menghapus pemulihan tajam sehari sebelumnya, ketika reli harga minyak mempertebal kekhawatiran bahwa konflik AS–Iran dapat berlangsung lebih lama dan menekan prospek inflasi. Dow Jones turun 844 poin (-1,7%), S&P 500 melemah 1,7%, dan Nasdaq turun 2%.
Pemicunya kembali ke sektor energi. Brent melesat hingga di atas $84/barel dengan kenaikan sekitar 8% pada hari itu, sementara WTI naik sekitar 8% hingga di atas $77/barel, memperpanjang lonjakan besar sejak awal pekan dan menambah “premi risiko” pada aset berisiko.
Ketegangan makin memperburuk sentimen setelah media Iran melaporkan pernyataan pejabat Garda Revolusi bahwa Selat Hormuz ditutup dan kapal yang mencoba melintas akan “dibakar”—sinyal eskalasi yang langsung memukul ekspektasi pasokan minyak global. Dalam skenario gangguan berkepanjangan, pasar cenderung mem-price-in risiko biaya energi dan logistik yang lebih tinggi, terutama bagi sektor sensitif seperti maskapai, transportasi, dan konsumsi.
Lonjakan sektor energi juga menggeser dinamika pasar obligasi: imbal hasil Treasury naik karena investor menilai risiko inflasi “energy-led” dapat mengurangi ruang bagi penurunan suku bunga The Fed. Yield tenor panjang ikut terdorong, memperketat kondisi finansial pada saat ekuitas mencoba stabil. Dampaknya ke market global biasanya berlapis: dolar cenderung mendapat dorongan defensif, sementara komoditas energi dan sebagian produk olahan menguat, dan aset berisiko global—terutama negara importir energi—lebih rentan terhadap tekanan. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id