Minyak Ngegas, Hormuz Masih Terkunci
Harga minyak bertahan tinggi setelah reli dua hari, meski Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Brent dipasarkan di bawah $99 per barel setelah naik hampir 9% dalam dua sesi, sementara WTI berada di sekitar $90. Trump mengatakan AS akan menahan serangan baru, namun tetap memblokir kapal yang terkait Iran sampai “diskusi selesai,” menjaga premi risiko tetap melekat di harga.
Pasar tetap fokus pada Selat Hormuz yang arus pelayarannya nyaris berhenti, jalur yang biasanya membawa sekitar seperlima pasokan minyak global. Volatilitas meningkat karena headline diplomasi berubah cepat, sementara indikator lapangan menunjukkan pasokan masih terhambat: Iran menolak membuka selat selama intersepsi AS berlanjut, dan AS menyatakan telah berhenti/menaiki tanker yang terkena sanksi serta memutarbalikkan total 28 kapal. Selama Hormuz belum terbuka, pasar cenderung bertahan dalam rezim harga minyak tinggi dan risiko inflasi yang lebih lengket.(asd)
Harga minyak pada saat analisis ini dirilis berada di: $98,31
- Beli jika harga bergerak di bawah $98,46
- Jual jika harga bergerak di bawah $97.42
Resistensi 2: $99,67
Resistensi 1: $99,07
Dukungan 1: $97,89
Dukungan 2: $97,35
Perhatian: Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi pasti. Harap pertimbangkan pengaruh perkembangan fundamental dan teknis pada perdagangan sebelum mengambil keputusan investasi apa pun.
Sumber : Newsmaker.id