Likuidasi Jumbo Tinggalkan Luka Di Kripto
Pasar kripto melemah pada hari Rabu (22/10). Bitcoin berkisar di area $106 ribu sementara Ether berada di $3,700, melanjutkan pelemahan setelah reli awal bulan memudar. Sentimen rapuh seiring volatilitas tetap tinggi dan minat risiko terbatas, dengan sebagian pelaku pasar menunggu petunjuk baru dari data makro AS.
Tekanan jual masih dibayangi “flash crash” awal Oktober yang memicu likuidasi leverage jumbo—puluhan miliar dolar dalam satu hari—serta rotasi modal yang belum stabil. Efek ekor panjang dari kejatuhan tersebut menjaga kehati-hatian di derivatif dan spot, membuat reli terputus-putus dan mudah terkoreksi. Narasi pasar kini bertumpu pada arah CPI AS dan dinamika dolar/imbal hasil Treasury: kejutan inflasi yang lebih jinak berpotensi meredakan yield dan memberi napas pada aset kripto, sementara data “lengket” bisa memperpanjang fase konsolidasi.
Secara tematik, Oktober yang biasanya ramah kripto justru menuju salah satu Oktober terburuk dalam sedekade terakhir, menegaskan dominannya faktor makro dan kepanikan likuiditas. Di sisi regulasi/berita idiosinkratik, headline hukum pada token bertema politik menambah noise dan risiko reputasi sektor. Ke depan, pasar memantau arus ETF/derivatif, aliran stablecoin, serta kalender data AS; konfirmasi pelunakan inflasi bisa memicu short-covering dan peralihan sentimen, namun tanpa katalis tersebut, harga cenderung range-bound di dekat level kunci. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id