Kripto Fluktuatif, Investor Waspadai Dampak Penutupan Pemerintah AS
Harga mata uang kripto utama bergerak fluktuatif pada perdagangan Selasa (30/9), dengan Bitcoin (BTC) diperdagangkan sedikit naik di kisaran $114.000 setelah sempat melemah di awal sesi. Sentimen pasar tertekan oleh meningkatnya risiko penutupan pemerintah Amerika Serikat (AS), yang berpotensi menunda rilis data ketenagakerjaan penting minggu ini. Ketidakpastian makro tersebut mendorong sebagian investor beralih ke aset safe haven tradisional seperti emas dan perak, meski kripto masih bertahan berkat aliran dana dari institusi.
Ethereum (ETH) sempat turun tipis di bawah $4.200, meski masih mendapat dukungan oleh peningkatan aktivitas di jaringan layer-2 serta pertumbuhan permintaan pada sektor DeFi. Altcoin lain menunjukkan pergerakan beragam, dengan Solana (SOL) turun hampir 1% ke $210 didorong oleh adopsi aplikasi terdesentralisasi baru, sementara XRP terkoreksi 0,9% karena tekanan jual dari investor ritel. Sentimen jangka pendek dipengaruhi kombinasi faktor eksternal, mulai dari pelemahan dolar AS hingga meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga Federal Reserve.
Secara keseluruhan, pasar kripto masih menunjukkan ketahanan di tengah gejolak global. Prospek adopsi institusional tetap menjadi pendorong utama, dengan laporan terbaru menunjukkan masuknya aliran dana bersih ke produk ETF Bitcoin spot selama lima hari berturut-turut. Namun, analis memperingatkan volatilitas dapat meningkat menjelang rilis data tenaga kerja AS, yang akan menjadi acuan penting bagi arah kebijakan moneter The Fed serta sentimen risiko di pasar kripto. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id