Bitcoin Tertahan di $77.000, Minyak Tinggi Tekan Risk Appetite
Bitcoin bergerak stabil namun masih di bawah level US$77.000 pada Selasa (19/5) setelah empat sesi penurunan beruntun, seiring investor memantau perkembangan konflik Iran dan dampaknya terhadap inflasi serta ekspektasi suku bunga AS. Pada 01:33 ET, Bitcoin turun tipis 0,1% ke US$76.818,9.
Sentimen risk-on masih rapuh meski Presiden AS Donald Trump menyebut serangan yang direncanakan terhadap Iran ditunda sementara jalur diplomasi berlanjut. Ketidakpastian terkait Selat Hormuz dan risiko gangguan pasokan minyak membuat pelaku pasar tetap defensif, menjaga harga minyak bertahan di atas US$100 per barel.
Kenaikan harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi bisa lebih “lengket” dan memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Imbal hasil Treasury AS tetap tinggi, dengan yield acuan 10 tahun berada di sekitar 4,44%, menjadi hambatan bagi aset spekulatif seperti kripto karena biaya peluang meningkat.
Di tengah kehati-hatian, altcoin bergerak terbatas. Ethereum naik 0,4% ke US$2.125,60, XRP turun 0,7% ke US$1,38, Solana turun 0,4%, Polygon turun 1%, dan Cardano naik tipis 0,3%. Dogecoin melemah 1,6%.
Ke depan, arah kripto masih sangat bergantung pada pergerakan risk sentiment global. Pasar akan memantau perkembangan Iran–Hormuz dan arah harga minyak, pergerakan yield Treasury, serta apakah arus masuk ETF spot kembali cukup kuat untuk menahan tekanan dari ekspektasi suku bunga.(arl)
Sumber: Newsmaker.id