Kripto Makin Tertekan: Suku Bunga Tinggi & Aksi Jual Besar-Besaran
Pasar mata uang kripto pada Selasa (18/11), masih dibayangi sentimen risk-off global setelah Bitcoin sempat anjlok menembus level $90.000 untuk pertama kali dalam tujuh bulan, sebelum berbalik naik tipis ke area sekitar $93.000. Koreksi tajam ini praktis menghapus seluruh kenaikan Bitcoin sepanjang 2025, sementara Ethereum juga tertekan di bawah kisaran $3.000 dan mayoritas altcoin mencatat penurunan lebih dalam.
Secara fundamental, tekanan di pasar kripto banyak dikaitkan dengan kombinasi faktor suku bunga AS yang masih tinggi, aliran keluar besar-besaran dari ETF Bitcoin dan Ethereum, serta kekhawatiran likuiditas dan pelemahan selera risiko di seluruh aset berisiko. Di pasar derivatif, struktur backwardation dan penurunan tajam basis berjangka mencerminkan stres yang meningkat, pola yang sebelumnya kerap muncul di dekat fase kapitulasai pasar kripto, meski belum ada jaminan bahwa titik dasar sudah tercapai.
Dari sisi regulasi, pelaku pasar juga mencermati wacana Brazil untuk mengenakan pajak pada penggunaan kripto untuk pembayaran lintas batas, serta langkah AS yang mengarah pada pengetatan pelaporan dan pajak atas akun kripto di luar negeri. Kebijakan ini menambah tekanan jangka pendek terhadap sentimen, namun sekaligus menegaskan bahwa aset kripto semakin diperlakukan sebagai bagian dari sistem keuangan resmi. Di tengah kombinasi koreksi harga, volatilitas tinggi, dan berita regulasi, sebagian investor melihat kondisi saat ini sebagai fase “darah di jalan” yang berpotensi menjadi zona akumulasi jangka panjang, sementara yang lain tetap memilih bertahan di pinggir menunggu kepastian arah tren berikutnya. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id