Perak Catatkan Kenaikan Berturut-turut di Minggu Ke-4!
Harga perak bergerak stabil di sekitar US$79 per ons pada Jumat (17/04) dan mencatat kenaikan selama empat minggu berturut-turut. Hal ini diiringi sentimen yang membaik seiring prospek kesepakatan gencatan senjata permanen antara AS dan Iran, dan dinilai dapat meredakan kekhawatiran inflasi serta risiko lanjutan kenaikan suku bunga bank sentral.
Presiden AS Donald Trump menyatakan Teheran telah menyepakati sejumlah ketentuan, termasuk meninggalkan ambisi senjata nuklir, memasok “minyak gratis”, dan membuka kembali Selat Hormuz. Namun, pernyataan tersebut belum diverifikasi oleh pejabat Iran, sementara kondisi Selat Hormuz masih digambarkan efektif tertutup di bawah blokade ganda.
Di sisi energi, Direktur Eksekutif IMF Fatih Birol memperingatkan pemulihan porsi signifikan produksi minyak dan gas yang terganggu dapat memakan waktu hingga dua tahun. Meski begitu, harga minyak telah terkoreksi tajam di tengah meningkatnya optimisme atas potensi kesepakatan Iran, yang pada gilirannya menekan tekanan inflasi dan meredakan ekspektasi pengetatan moneter lanjutan.
Dengan latar itu, perak diperkirakan naik sekitar 4% pekan ini dan berada hampir 30% di atas level terendah Maret. Ke depan, arah perak cenderung mengikuti perubahan ekspektasi suku bunga dan dinamika energi, dengan pasar menimbang kredibilitas klaim negosiasi AS-Iran serta perkembangan operasional Selat Hormuz. (asd)
Sumber: Newsmaker.id