Perak Sedikit Naik, Pasar Uji Arah Fed di Tengah Diplomasi Iran-AS
Harga perak (XAG/USD) bertahan menguat pada perdagangan Eropa hari Senin (6/4), diperdagangkan di sekitar US$73,30 per troy ounce setelah memulihkan pelemahan intraday. Dukungan datang dari meredanya spekulasi sikap Federal Reserve yang sangat hawkish, menyusul laporan yang mengarah pada prospek gencatan senjata di Timur Tengah.
Pasar menilai pembicaraan AS-Iran berpotensi menekan harga minyak dan membantu meredakan kekhawatiran inflasi, yang pada gilirannya mengurangi tekanan suku bunga untuk tetap tinggi. Dalam transmisi ini, ekspektasi inflasi yang lebih rendah cenderung menurunkan imbal hasil riil dan mendukung aset non-yielding seperti logam mulia. Namun dukungan tersebut tidak sepenuhnya solid karena risiko geopolitik terkait jalur energi masih menjadi variabel utama.
Menurut Reuters, AS dan Iran disebut telah menerima kerangka usulan mengakhiri permusuhan dengan proses dua tahap: gencatan senjata segera diikuti perundingan menuju kesepakatan yang lebih luas. Pakistan disebut berperan dalam pertukaran kerangka tersebut, sementara Teheran menyatakan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz hanya berdasarkan pengaturan gencatan senjata sementara. Bloomberg yang mengutip Axios sebelumnya melaporkan pembahasan opsi gencatan senjata 45 hari, di tengah peringatan Presiden Donald Trump bahwa ia akan meningkatkan tekanan jika tidak ada kesepakatan.
Ke depan, ruang kenaikan perak masih berpotensi dibatasi oleh kemungkinan bank sentral menunda pemangkasan suku bunga bila inflasi bertahan. Pelaku pasar kini menunggu rilis notulen rapat FOMC untuk petunjuk yang lebih jelas mengenai jalur kebijakan, terutama seberapa besar Fed menimbang risiko inflasi energi terhadap prospek pertumbuhan. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id