Perak Rebound, Tapi Tenaga Reli Mulai Menipis
Harga perak (XAG/USD) mengurangi dorongan kenaikan intraday pada Rabu (25/3) dan bergerak konsolidatif setelah optimisme awal terkait upaya gencatan senjata AS-Iran mereda. XAG/USD terakhir berada di sekitar $72,93 per ons, menguat dibanding penutupan sebelumnya.
Penguatan perak sebelumnya didorong laporan bahwa Washington mengirim rencana 15 poin untuk membuka jalur penghentian konflik. Redanya premi risiko geopolitik sempat menekan tekanan inflasi dari sisi energi, sehingga mengurangi urgensi pengetatan kebijakan moneter dan mendukung logam non-yielding seperti perak.
Namun, dorongan tersebut tidak bertahan lama setelah Iran memberi sinyal penolakan terhadap proposal itu. Sejumlah laporan, termasuk mengacu pada media pemerintah, menyebut Teheran menegaskan perang akan diakhiri dengan syaratnya sendiri, termasuk tuntutan penghentian serangan dan pembunuhan, jaminan konflik tidak berulang, kompensasi kerusakan perang, penghentian pertempuran di seluruh front regional, serta pengakuan atas kendalinya di Selat Hormuz.
Ketidakpastian yang bertahan ini menjaga permintaan terhadap dolar AS, sementara risiko energi tetap menjadi kanal utama bagi inflasi global. Kombinasi dolar yang cenderung kuat dan sensitivitas pasar terhadap harga minyak membatasi kelanjutan beli di perak, meski minat bargain hunting muncul setelah koreksi tajam awal pekan.
Pasar selanjutnya akan memantau arah eskalasi dan diplomasi di Timur Tengah, volatilitas harga minyak, serta pergeseran ekspektasi suku bunga global—tiga variabel yang menentukan apakah pemulihan perak bertahan atau kembali kehilangan momentum. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id