Minyak AS Tembus US$84, Kebuntuan Hormuz Kembali Dorong Harga
Harga minyak melonjak tajam pada perdagangan Selasa seiring memudarnya harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz secara penuh. Kondisi ini membuat risiko gangguan pasokan energi kembali menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menguat sekitar 2,7% menjadi US$84,36 per barel, level tertinggi bulan ini. Sementara itu, minyak Brent naik sekitar 2,53% menjadi US$89,94 per barel. Kenaikan tersebut menunjukkan pasar kembali memasukkan premi risiko geopolitik setelah optimisme terhadap penyelesaian konflik AS-Iran mulai mereda.
Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya memperpanjang penangguhan aturan pelayaran yang membatasi pengangkutan barang antarpelabuhan AS menggunakan kapal asing. Kebijakan tersebut kini difokuskan untuk kapal yang membawa sejumlah komoditas energi, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kelancaran pasokan bahan bakar. Langkah ini muncul setelah persediaan minyak mentah AS dilaporkan turun ke level terendah dalam lebih dari empat dekade.
Di sisi lain, pernyataan terbaru dari Washington dan Teheran justru menunjukkan kebuntuan masih dalam. Trump mengklaim AS memiliki kontrol penuh terhadap Selat Hormuz, sementara isu pembayaran kompensasi menjadi hambatan baru karena kedua pihak sama-sama menuntut ganti rugi atas kerusakan yang mereka klaim. Kondisi tersebut membuat harga minyak tetap sangat sensitif terhadap headline, dengan peluang kenaikan masih terbuka selama kesepakatan Hormuz belum terlihat dekat.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id