Emas Turun dari Puncak Dua Bulan, CPI Jadi Penentu
Harga emas terkoreksi pada perdagangan Selasa (11/08) setelah sebelumnya sempat menembus US$4.400 per troy ons, level tertinggi sejak awal Juni. Emas spot turun sekitar 0,6% ke area US$4.363, setelah dalam dua sesi sebelumnya mencatat kenaikan kuat.
Reli emas sebelumnya didorong aksi beli teknikal setelah harga berhasil menembus rata-rata pergerakan 100 hari. Permintaan saat harga turun serta meningkatnya aliran dana ke ETF emas di China juga ikut menopang pemulihan harga dalam beberapa pekan terakhir.
Fokus pasar kini beralih ke data CPI AS yang akan dirilis Rabu. Konsensus memperkirakan CPI Juli naik sekitar 0,1% secara bulanan, setelah sebelumnya turun 0,4%. Setelah data tenaga kerja AS melemah, inflasi yang lebih rendah berpotensi mengurangi kekhawatiran The Fed terhadap tekanan harga.
Namun, kenaikan harga energi masih menjadi risiko utama. Ketegangan AS-Iran kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump mengajukan tuntutan baru kepada Teheran, membuat peluang pembukaan kembali Selat Hormuz semakin kecil. Harga minyak yang tetap tinggi dapat menjaga tekanan inflasi dan meningkatkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga.
Secara teknikal, area US$4.350 menjadi zona penting bagi emas. Jika mampu bertahan di atas area tersebut, momentum bullish masih terjaga. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan zona ini dapat membuka ruang konsolidasi, terutama jika dolar dan yield Treasury kembali menguat.(asd)
Sumber: Newsmaker.id