Emas Menunggu CPI, Breakout atau Koreksi?
Harga emas stabil di sekitar US$4.340 per troy ons pada perdagangan Eropa Senin (10/8). Sepanjang perdagangan hari ini, XAU/USD bergerak di kisaran sekitar US$4.313 hingga US$4.362. Emas tetap berada dekat level tertinggi tujuh minggu setelah mencatat reli lebih dari 7% sepanjang pekan lalu.
Dukungan utama masih datang dari data tenaga kerja AS yang mengecewakan. NFP Juli turun 23 ribu pekerjaan dan angka dua bulan sebelumnya direvisi lebih rendah, membuat pasar semakin yakin kondisi tenaga kerja mulai melemah. Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September kini turun menjadi sekitar 44%, jauh dari 67% pada pekan sebelumnya.
Dolar AS juga masih berada dekat level terendah dalam sekitar dua bulan. DXY bergerak di sekitar 99,6, sementara yield Treasury AS ikut turun setelah laporan tenaga kerja. Kondisi dolar dan yield yang lebih rendah memberikan keuntungan bagi emas karena biaya peluang memegang aset tanpa bunga ikut berkurang.
Fokus terbesar pasar sekarang beralih ke CPI AS pada Rabu. Inflasi Juli diperkirakan berada di sekitar 3,4% secara tahunan, sedangkan Core CPI diproyeksikan sekitar 2,5%. Angka di bawah perkiraan dapat semakin menekan peluang kenaikan suku bunga dan mendukung emas, sedangkan inflasi yang lebih tinggi dapat kembali mengangkat dolar serta yield.
Dari sisi geopolitik, kesepakatan Iran dan Oman mengenai Selat Hormuz masih belum final. Iran tetap meminta sejumlah konsesi dari Amerika Serikat, sementara risiko serangan di kawasan masih tinggi. Brent berada di sekitar US$83–US$84 per barel, sehingga risiko inflasi dari energi belum sepenuhnya hilang.
Analisis Newsmaker: Momentum emas masih cenderung bullish, tetapi setelah kenaikan lebih dari 7% pekan lalu, risiko profit taking tetap perlu diperhatikan. Area US$4.360 menjadi resistance terdekat; penembusan level tersebut dapat membuka ruang menuju US$4.400. Sementara area US$4.310–US$4.300 menjadi support penting. CPI AS akan menjadi katalis utama yang menentukan apakah reli emas berlanjut atau justru memasuki koreksi.(arl)
Sumber: Newsmaker.id