Minyak Tertahan, Pasar Tunggu Kesepakatan Hormuz
Harga minyak bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu (5/8) setelah mengalami penurunan lebih dari 5% pada sesi sebelumnya. Brent kembali berada di sekitar US$80,10 per barel, sedangkan WTI bergerak dekat US$75,93, seiring pasar menunggu kepastian kesepakatan pembukaan Selat Hormuz.
Amerika Serikat, Iran, dan Oman dilaporkan mendekati kesepakatan sementara selama 60 hari. Rencana tersebut akan membuka kembali jalur pelayaran tanpa pungutan transit, sekaligus memberi waktu untuk membersihkan ranjau dan membahas penyelesaian konflik yang lebih permanen. Namun, kesepakatan tersebut belum diumumkan secara resmi.
Sentimen positif juga datang setelah Presiden AS Donald Trump menyebut negosiasi berjalan baik, sementara Qatar mengatakan rancangan proposal telah disiapkan. Iran turut mempertimbangkan keterlibatan negara-negara Eropa dalam pembersihan ranjau, yang dapat memberikan jaminan keamanan tambahan bagi perusahaan pelayaran dan asuransi.
Namun, risiko geopolitik belum mereda. Kelompok Houthi mengklaim telah menyerang sebuah tanker minyak Saudi di dekat Yanbu, meskipun belum ada konfirmasi langsung dari pemerintah Saudi. Klaim tersebut sempat mengangkat kembali premi risiko dan membatasi penurunan harga minyak.
Analisis Newsmaker: Minyak masih terjepit antara harapan diplomasi dan ancaman gangguan pelayaran. Kesepakatan Hormuz yang resmi dapat membawa Brent kembali menguji US$79–US$78 dan WTI ke US$75–US$74. Sebaliknya, kegagalan negosiasi atau serangan baru dapat mendorong Brent menuju US$81–US$82, sementara WTI berpeluang naik ke US$77–US$78.(yds)
Sumber: Newsmaker.id