Minyak Brent Anjlok, Jeda Konflik Redakan Risiko Pasokan
Harga minyak Brent turun tajam pada perdagangan Senin (27/7) dan menyentuh US$87,60 per barel Setelah memangkas sebagian kerugian, Brent bergerak di sekitar US$90,80 per barel.
Penurunan harga dipicu meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Washington menghentikan serangan, sementara Teheran menyatakan telah menahan aksi balasan.
Iran juga mengadakan pembicaraan dengan Oman mengenai Selat Hormuz. Perkembangan tersebut membantu mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah.
Kondisi pasokan turut membaik setelah pemuatan minyak kembali berlangsung di terminal Caspian Pipeline Consortium di pesisir Laut Hitam Rusia. Terminal itu merupakan jalur ekspor penting bagi minyak Kazakhstan.
Meski terkoreksi tajam, Brent masih menguat hampir 25% sepanjang bulan ini. Harga sebelumnya melonjak setelah gangguan pasokan meluas dari Selat Hormuz menuju Laut Merah.
Risiko pasar belum sepenuhnya hilang setelah kelompok Houthi mengklaim menyerang fasilitas terkait Saudi Aramco di Jizan dan Yanbu. Selama konflik tetap mereda, harga minyak berpotensi melanjutkan koreksi, tetapi dapat kembali naik apabila gangguan pasokan meningkat.
Sumber: Newsmaker.id