Dolar Pangkas Pelemahan, Pasar Fokus FOMC
Indeks Dolar AS memangkas sebagian besar pelemahannya dan bergerak stabil di sekitar 101,4 pada perdagangan Senin. Posisi tersebut masih berada dekat level tertinggi dalam satu bulan.
Pergerakan dolar dipengaruhi perkembangan konflik di Timur Tengah. Amerika Serikat menghentikan serangan terhadap Iran pada Jumat malam setelah operasi militer berlangsung hampir dua pekan.
Iran kemudian menahan serangan balasan dan mengadakan pembicaraan dengan Oman mengenai keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Kabar tersebut menurunkan harga minyak dan meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi.
Turunnya harga minyak membantu mengurangi risiko lonjakan inflasi. Kondisi ini membuat investor menurunkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan segera memperketat kebijakan moneternya.
The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan terdekat. Namun, pasar masih melihat peluang sekitar 33% bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga.
Untuk September, peluang kenaikan suku bunga diperkirakan hampir mencapai 80%. Selama ekspektasi tersebut tetap tinggi, dolar berpotensi bertahan kuat meskipun ketegangan Timur Tengah mulai mereda.(yds)
Sumber: Newsmaker.id