Harga Minyak Naik, Hormuz Kembali Panas
Harga minyak menguat pada perdagangan Selasa (7/7) setelah muncul laporan serangan baru di Selat Hormuz. Kabar ini kembali menekan harapan pasar bahwa lalu lintas kapal di jalur energi penting tersebut akan pulih dengan cepat.
Minyak Brent naik ke sekitar US$72–73 per barel, sementara WTI bergerak mendekati US$69 per barel.
Menurut laporan Axios yang mengutip pejabat Amerika Serikat, Iran disebut menembakkan sedikitnya dua rudal ke kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz pada Senin malam. Dua kapal dilaporkan mengalami kerusakan cukup besar, tetapi tidak ada korban jiwa.
Secara terpisah, UK Maritime Trade Operations juga menerima laporan bahwa sebuah tanker yang bergerak ke arah selatan dekat pesisir Oman terkena proyektil tak dikenal. Insiden tersebut memicu kebakaran di atas kapal, meski tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan lingkungan.
Serangan ini kembali mengangkat kekhawatiran pasar terhadap keamanan Selat Hormuz, salah satu jalur paling penting bagi perdagangan minyak dunia. Sebelumnya, harga minyak sempat tertekan oleh prospek kelebihan pasokan setelah Arab Saudi memangkas harga jual ke Asia dan OPEC+ memberi sinyal kenaikan produksi.
Bagi pasar, sentimen minyak kini berada di antara dua tekanan besar. Dari sisi suplai, pasar masih dibayangi potensi oversupply. Namun dari sisi geopolitik, risiko gangguan di Hormuz bisa mendorong harga minyak naik dalam jangka pendek. Jika ketegangan berlanjut, Brent berpotensi menguji area US$73–75 per barel, sementara WTI bisa kembali mendekati area US$70.(yds)
Sumber: Newsmaker.id