Minyak Stabil, Hormuz Tetap Rawan
Harga minyak bergerak stabil setelah sebuah kapal tanker dilaporkan terkena proyektil di Selat Hormuz. Insiden ini kembali mengingatkan pasar bahwa risiko keamanan di jalur pengiriman energi penting tersebut belum sepenuhnya hilang.
Brent bertahan di atas US$72 per barel setelah sempat turun tipis pada Senin. Sementara itu, West Texas Intermediate atau WTI bergerak di sekitar US$69 per barel. UK Maritime Trade Operations melaporkan sebuah tanker yang bergerak ke arah selatan terkena proyektil di sisi kiri kapal, sekitar 8 mil laut dari Limah, Oman, hingga memicu kebakaran. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Selat Hormuz sebelumnya mulai dibuka sebagian setelah sempat hampir tertutup akibat perang AS-Iran. Sejumlah kapal, termasuk konvoi yang terhubung dengan Jepang, mulai kembali melintas. Namun, arus lalu lintas kapal masih belum pulih ke level sebelum konflik, sehingga pasar tetap waspada terhadap potensi gangguan pasokan.
Di sisi lain, tekanan terhadap harga minyak masih datang dari prospek pasokan yang lebih besar. Saudi Aramco memangkas harga Arab Light untuk pembeli Asia sebesar US$11 per barel menjadi diskon US$1,50 di bawah acuan regional. Langkah ini mengikuti keputusan OPEC+ untuk menaikkan kuota produksi bulan depan, yang memberi sinyal bahwa produsen mulai bersiap menambah pasokan saat kondisi kembali normal.
Pada pukul 08.12 waktu Singapura, Brent untuk pengiriman September naik 0,5% ke US$72,32 per barel. WTI untuk pengiriman Agustus juga naik 0,5% ke US$68,86 per barel. Ke depan, pasar akan mencermati laporan Short-Term Energy Outlook dari Badan Informasi Energi AS untuk melihat gambaran terbaru produksi dan permintaan minyak global.(asd)*
Sumber : Newsmaker.id