• Tue, Jun 23, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

23 June 2026 16:53  |

Hormuz Aman, Minyak Tertekan

Harga minyak kembali melemah pada perdagangan Selasa (23/6), seiring pelaku pasar mencermati tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan damai untuk mengakhiri perang Iran. Brent crude bergerak turun ke sekitar US$77 per barel, sementara West Texas Intermediate atau WTI berada di kisaran US$73 per barel. Tekanan juga datang dari pelemahan pasar saham global yang membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko.

Sentimen utama yang menekan harga minyak berasal dari keputusan Amerika Serikat menerbitkan lisensi sementara selama 60 hari yang mengizinkan sebagian penjualan minyak dan produk petroleum Iran. Kebijakan ini muncul setelah pembicaraan antara Washington dan Tehran di Swiss disebut produktif. Bagi Iran, izin tersebut menjadi ruang ekonomi penting, sementara bagi pasar global, kebijakan ini membuka peluang tambahan pasokan minyak ke pasar internasional.

Meski begitu, proses damai masih belum sepenuhnya jelas. Pejabat AS dan Iran sama-sama menyebut adanya kemajuan dalam putaran pertama pembicaraan, tetapi beberapa perbedaan klaim mulai muncul. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Iran telah setuju menerima inspektur nuklir, namun klaim tersebut dibantah oleh Tehran. Situasi ini menunjukkan bahwa negosiasi masih panjang, terutama terkait isu nuklir, pencabutan sanksi, dan mekanisme keamanan kawasan.

Pasar juga masih memperhatikan perkembangan Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman minyak dan gas dunia. Sebelumnya, hampir tertutupnya jalur ini sempat menekan pasokan energi dan mengguncang pasar global. Kini, tanda-tanda pemulihan mulai terlihat karena pasokan dari Teluk Persia meningkat, dengan beberapa negara produsen seperti Kuwait dan Uni Emirat Arab mencari jalur untuk tetap mengirim energi keluar dari kawasan. Iran juga dilaporkan telah mengirim lebih dari 30 juta barel minyak dalam sepekan terakhir.

Namun, analis memperingatkan bahwa pasar bisa terlalu cepat memperhitungkan tambahan pasokan sebelum benar-benar terjadi. Jika negosiasi damai terus berjalan dan Selat Hormuz kembali aman, harga minyak berpotensi tetap tertekan. Tetapi jika pembicaraan kembali buntu, isu nuklir memanas, atau jalur Hormuz kembali terganggu, minyak bisa kembali berbalik naik. Untuk saat ini, arah minyak masih rapuh karena pasar berada di antara harapan damai dan risiko geopolitik yang belum sepenuhnya selesai.(arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai