• Tue, Jun 23, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

23 June 2026 16:43  |

Emas Tertekan, Silver Anjlok di Tengah Aksi Jual Pasar Global

Harga emas turun tajam pada perdagangan Selasa (23/6) setelah aksi jual melanda berbagai pasar keuangan global. Spot gold sempat melemah hingga mendekati US$4.091 per troy ounce, mendekati level terendah yang sempat terlihat pada awal bulan ini. Sementara itu, silver ikut tertekan lebih dalam dan sempat anjlok hingga sekitar 5%. Tekanan ini terjadi ketika saham teknologi memimpin pelemahan pasar saham global dan membuat investor memangkas posisi di berbagai aset, termasuk logam mulia.

Meski emas dikenal sebagai aset safe haven, harga logam mulia tetap bisa turun ketika terjadi tekanan besar lintas pasar. Dalam kondisi seperti ini, investor sering menjual emas untuk menutup kerugian di aset lain atau menjaga likuiditas portofolio. Artinya, saat pasar mengalami selloff besar, emas tidak selalu langsung naik. Justru, emas dapat ikut melemah ketika kebutuhan likuiditas meningkat dan dolar AS menguat.

Tekanan terhadap emas semakin besar karena pasar masih mencemaskan risiko inflasi dan arah kebijakan Federal Reserve. Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, menyatakan kekhawatiran terhadap inflasi yang masih berada di atas target dan bergerak ke arah yang kurang baik. Sikap hawkish dari Ketua The Fed Kevin Warsh juga membuat investor kembali memperkirakan peluang kenaikan suku bunga, yang menjadi hambatan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Dolar AS yang terus menguat turut menjadi beban tambahan. Sejak rapat terakhir The Fed, indeks dolar telah naik lebih dari 1%, membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain. Deutsche Bank menilai perubahan ekspektasi terhadap The Fed, ditambah data ekonomi Amerika Serikat yang masih kuat, menjadi faktor utama yang menekan harga emas. Bank tersebut memangkas proyeksi emas menjadi US$4.300 untuk kuartal ketiga dan US$4.800 untuk akhir tahun, sementara Goldman Sachs juga menurunkan target akhir tahun menjadi US$4.900.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada rilis data Personal Consumption Expenditures atau PCE Amerika Serikat pada Kamis. Data ini menjadi indikator inflasi favorit The Fed dan diperkirakan dapat memberi arah baru bagi pasar. Jika PCE menunjukkan inflasi masih tinggi, emas berisiko kembali tertekan dan bergerak lebih dekat ke area US$4.000. Namun, jika data inflasi mereda, emas berpeluang menahan penurunan dan kembali bergerak dalam rentang US$4.000 hingga US$4.300, sambil menunggu kepastian baru dari arah kebijakan The Fed dan perkembangan damai AS-Iran.(arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai