• Wed, Jun 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

17 June 2026 21:12  |

Rebound Minyak Terbatas Jelang Kesepakatan AS-Iran

Harga minyak pulih tipis pada Rabu (17/6) setelah turun tajam selama dua sesi terakhir. Namun, tekanan utama masih berasal dari rencana kesepakatan damai sementara AS-Iran yang berpotensi membuka jalan bagi kembalinya pasokan minyak Iran ke pasar global.

WTI diperdagangkan di sekitar $77 per barel setelah sempat menyentuh level terendah tiga bulan. Pada pukul 09.50 waktu New York, WTI kontrak Juli naik 1,4% ke $77,11 per barel, sementara Brent kontrak Agustus menguat 1,5% ke $80,13 per barel.

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS dapat kembali menyerang Iran jika ia tidak menyukai perkembangan dari Teheran. Pernyataan itu muncul menjelang penandatanganan kesepakatan sementara pada Jumat, yang disebut menawarkan insentif finansial luas bagi Iran, termasuk hak untuk segera menjual minyaknya.

Prospek tambahan pasokan menjadi faktor utama di balik tekanan harga minyak. Pemilik kapal mulai menempatkan ulang armada menuju Timur Tengah untuk mengantisipasi pembukaan kembali Selat Hormuz. Jika jalur itu benar-benar dibuka, lebih dari 100 kapal bermuatan minyak dari negara Timur Tengah selain Iran yang tertahan di Teluk dapat kembali bergerak, sehingga menambah pasokan efektif ke pasar.

Sinyal kelebihan pasokan mulai terlihat di struktur pasar. Timespread utama di pasar Dubai telah masuk ke struktur contango, yang biasanya menunjukkan ekspektasi pasokan lebih longgar. Brent juga mengarah ke pola serupa pada Rabu, memperkuat pandangan bahwa pasar mulai menilai ulang keseimbangan minyak dalam beberapa bulan ke depan.

International Energy Agency memperingatkan bahwa konflik telah memberi tekanan lebih besar terhadap permintaan dibandingkan perkiraan sebelumnya. Dalam pandangan awal untuk tahun depan, lembaga itu juga memperkirakan potensi surplus baru, menambah tekanan fundamental bagi harga minyak.

Harga crude kini turun hampir 40% dari puncaknya selama konflik. Menurut Tamas Varga dari PVM, pelemahan ini bukan hanya penurunan premi risiko geopolitik, tetapi juga penyesuaian ulang terhadap keseimbangan minyak global. Jika harga minyak terus melemah, ekspektasi inflasi berpotensi turun dan tekanan harga konsumen maupun produsen dapat lebih terkendali.

Tekanan jual juga diperkuat oleh faktor teknikal. Trader berbasis teknikal menambah posisi bearish, sementara Brent turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari untuk pertama kali sejak Februari. Meski demikian, stok minyak AS masih turun cepat, dengan kelompok industri memperkirakan persediaan merosot 8,3 juta barel pekan lalu, termasuk penurunan besar di Cushing, Oklahoma.

Fokus pasar berikutnya tertuju pada detail memorandum 14 poin AS-Iran, ketahanan kesepakatan damai, kecepatan pembukaan Hormuz, serta data resmi stok minyak AS. Selama prospek pasokan tambahan dari Iran dan Teluk tetap dominan, pemulihan harga minyak berpotensi terbatas meski ada rebound jangka pendek. (arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai