Penjualan Ritel AS Naik, Konsumen Masih Tangguh
Penjualan ritel AS naik pada Mei, memberi sinyal bahwa permintaan konsumen masih cukup kuat meski harga bensin meningkat akibat perang Iran. Data ini menunjukkan konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang ekonomi di tengah tekanan energi.
Biro Sensus AS melaporkan nilai pembelian ritel naik 0,9% pada Mei, setelah meningkat 0,4% pada April berdasarkan revisi naik. Angka tersebut belum disesuaikan dengan inflasi, sehingga sebagian kenaikan masih mencerminkan dampak harga yang lebih tinggi.
Kenaikan utama datang dari penerimaan di stasiun pengisian bahan bakar, yang naik 3,4% seiring harga bensin meningkat pada Mei. Namun, di luar SPBU, penjualan tetap naik 0,7%, menandakan permintaan masih tersebar di sektor lain.
Bagi Federal Reserve, data ini dapat memperkuat alasan untuk tetap berhati-hati dalam memberi sinyal pelonggaran kebijakan. Konsumsi yang solid, jika berjalan bersamaan dengan inflasi energi, dapat membuat tekanan harga bertahan lebih lama.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada rincian belanja konsumen, arah harga energi, dan respons The Fed terhadap kombinasi permintaan yang kuat serta inflasi yang masih tinggi. Selama konsumsi tetap tangguh, ruang pelonggaran kebijakan AS berpotensi tetap terbatas.(gn)*
Sumber: Newsmaker.id