Minyak Stabil, Ketidakpastian AS–Iran Kunci Risiko Pasokan
Harga minyak bergerak stabil pada Selasa (02/6) setelah mencetak kenaikan harian terbesar dalam sekitar satu bulan, ketika pasar kembali menilai risiko gangguan pasokan dari Teluk Persia bisa bertahan lebih lama. Brent kontrak Agustus diperdagangkan di sekitar US$95/barel setelah naik 4,2% pada sesi sebelumnya, sementara WTI berada sedikit di bawah US$92/barel.
Lonjakan pada Senin dipicu laporan Tasnim bahwa Teheran menghentikan pembicaraan dengan Washington sebagai protes atas serangan Israel di Lebanon. Namun reli kemudian memangkas sebagian kenaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi masih berlanjut, menegaskan pasar masih sangat “headline-driven” dan mudah berayun dari satu pernyataan ke pernyataan lain.
Trump juga mengatakan kepada ABC News bahwa MoU untuk membuka kembali Selat Hormuz berpeluang terjadi dalam sepekan ke depan, meski AS masih perlu menyelesaikan “beberapa poin”. Ketidakjelasan soal perpanjangan gencatan senjata—dan terutama masa depan arus energi melalui Hormuz—menjadi faktor utama yang menggerakkan harga, setelah minyak sempat turun bulan lalu karena optimisme kesepakatan.
Tasnim juga menyinggung agenda penutupan penuh Selat Hormuz dan bahkan Bab el-Mandeb di ujung selatan Laut Merah, rute alternatif penting ketika Hormuz tersendat. Isu ini memperbesar kekhawatiran pasar karena memperluas risiko gangguan tidak hanya pada satu chokepoint, tetapi dua jalur utama sekaligus.
Analis CIBC menilai jika muncul sinyal bahwa kedua pihak sudah tidak aktif bernegosiasi, pasar bisa kehilangan “selimut pengaman” yang selama ini membuat harga condong ke skenario terbaik. Kebingungan bertambah setelah Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan versi berbeda soal panggilan terkait Lebanon, sementara Kepresidenan Lebanon menyebut gencatan yang dimediasi AS sebaiknya diperluas dari Beirut ke seluruh wilayah Lebanon, dengan negosiasi lanjutan dijadwalkan Selasa dan Rabu.
Pada perdagangan Asia pukul 08:29 di Singapura, Brent Agustus turun tipis 0,1% ke US$94,86/barel, sedangkan WTI Juli turun 0,3% ke US$91,90/barel.(asd)*
Sumber : Newsmaker.id