• Wed, Jun 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

2 June 2026 03:09  |

Premi Risiko Naik Lagi, Minyak Cetak Kenaikan Terbesar sejak Mei

Harga minyak mencatat kenaikan harian terbesar sejak awal Mei pada Senin (1/6), ketika pasar kembali memasukkan premi risiko bahwa aliran energi dari Timur Tengah dapat makin terganggu. Brent naik sekitar 4,3% dan ditutup mendekati US$95 per barel, setelah sempat menyentuh di atas US$97 menyusul laporan Tasnim bahwa Iran menghentikan negosiasi dengan AS sebagai protes atas perluasan serangan darat Israel di Lebanon.

Tasnim juga menyebut “Axis of Resistance” mempertimbangkan penutupan Selat Bab el-Mandeb, jalur penting di ujung selatan Laut Merah yang selama ini menjadi rute alternatif ketika Selat Hormuz masih banyak terhambat. Risiko tambahan ini memperkuat kekhawatiran pasar karena gangguan pasokan yang sudah terjadi dinilai masih besar, bahkan beberapa pelaku industri memperingatkan OPEC+ bahwa dampak penutupan Hormuz bisa bertahan hingga akhir tahun meski selat kembali dibuka cepat.

Sebagian reli sempat tertahan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran masih berlangsung “dengan cepat”. Trump juga mengklaim Israel dan Hezbollah sepakat menghentikan saling serang di Lebanon—isu yang sebelumnya disebut Iran menjadi syarat penting bagi kesepakatan yang lebih luas. Namun, pasar tetap menilai jalur diplomasi rapuh dan headline masih mudah berubah.

Kenaikan Senin membuat minyak memulihkan hampir setengah dari penurunan pekan lalu, ketika harga sempat jatuh lebih dari US$10 per barel karena harapan kesepakatan akan memulihkan arus tanker melalui Hormuz. Sejak perang dimulai akhir Februari, perlambatan tajam pelayaran melalui jalur vital itu sudah mendorong Brent naik lebih dari 30%, sehingga setiap tanda tambahan risiko pasokan langsung memicu reaksi harga.

Di luar Timur Tengah, faktor pasokan lain juga menjadi latar. Ukraina mencatat rekor serangan terhadap kilang Rusia pada Mei, sementara Rusia melarang ekspor bahan bakar jet hingga November untuk menghindari kekurangan domestik. Kombinasi risiko ini menjaga pasar minyak tetap sensitif terhadap guncangan geopolitik di beberapa front.

Pada penutupan, WTI kontrak Juli naik 5,5% dan ditutup di US$92,16 per barel di New York, sedangkan Brent kontrak Agustus naik 4,2% dan ditutup di US$94,98 per barel. (Arl)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai