• Wed, Jun 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 May 2026 20:59  |

Minyak Turun, Isu Keringanan Sanksi Iran Picu Repricing

Harga minyak melemah pada hari Senin (18/5) setelah media Iran melaporkan AS mengusulkan keringanan sementara sanksi minyak sebagai bagian dari pembicaraan damai untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung beberapa pekan. Brent sempat naik hingga 2,5% sebelum berbalik turun, seiring pasar menilai peluang tambahan pasokan Iran bisa muncul jika negosiasi bergerak, meski Washington belum mengonfirmasi laporan tersebut.

Menurut kantor berita semi-resmi Tasnim, AS mengusulkan waiver sementara sampai tercapai kesepakatan final. Iran berada di bawah sanksi ketat sejak Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir pada masa jabatan pertamanya. Dari Teheran, Iran pada Senin mengatakan tetap melanjutkan dialog dengan AS melalui Pakistan, sementara Trump sebelumnya memperingatkan Iran “waktu semakin menipis.”

Pada 09:01 a.m. waktu New York, Brent kontrak Juli berada di US$107,76 per barel, sedangkan WTI kontrak Juli di US$99,44. Kontrak WTI bulan Juni akan berakhir pada Selasa. Minyak masih naik hampir 50% sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, ketika arus melalui Selat Hormuz melemah dan menekan pasokan produsen Teluk, membuat harga sangat volatil setiap kali harapan damai berubah.

Dari sisi fundamental, pasar tetap ketat. Morgan Stanley menyebut pasar berada dalam “perlombaan melawan waktu” jika Hormuz tetap tersendat hingga Juni, sementara IEA kembali menegaskan persediaan minyak global turun cepat. Sejauh ini, dua faktor yang membantu menahan kenaikan lebih tajam datang dari dua ekonomi terbesar dunia: ekspor AS yang mencetak rekor dan impor China yang anjlok—dengan pengolahan minyak di China pada level terendah sejak 2022 menurut data Senin.

Namun risiko geopolitik tetap tinggi. Fasilitas energi di Teluk Persia kembali menjadi target akhir pekan, termasuk serangan drone yang memicu kebakaran di fasilitas nuklir UEA, menegaskan rapuhnya gencatan senjata. Pasar kini menunggu konfirmasi resmi AS soal opsi waiver, perkembangan dialog melalui Pakistan, dan apakah arus di Hormuz benar-benar membaik—karena ketiganya akan menentukan apakah pelemahan minyak berlanjut atau volatilitas kembali naik. (arl)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai