• Wed, Jun 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

15 May 2026 21:10  |

Minyak Menguat, Negosiasi Iran Makin Buntu

Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat 915/5) setelah komentar terbaru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi memperkecil harapan pasar terhadap tercapainya kesepakatan damai.

Minyak Brent naik 2,4% ke level US$108,22 per barel, sementara West Texas Intermediate atau WTI menguat 2,4% ke US$104,03 per barel. Dalam sepekan, Brent sudah naik 6,8%, sedangkan WTI melonjak 9,0%.

Kenaikan harga minyak masih dipicu oleh ketidakpastian di sekitar Selat Hormuz, jalur penting perdagangan energi global. Nada komunikasi antara AS dan Iran kembali terlihat lebih keras setelah Trump menyatakan kesabarannya terhadap Teheran mulai habis. Di sisi lain, Iran menyatakan tidak percaya kepada AS dan hanya bersedia bernegosiasi jika Washington benar-benar serius, meski Teheran juga menyebut tetap siap untuk solusi diplomatik.

Dari sisi pasar, pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping belum memberi sinyal kuat bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali secara penuh. Trump mengatakan dirinya dan Xi sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan jalur Hormuz harus dibuka. Namun, Xi tidak memberikan komentar langsung terkait pembicaraan tersebut, sementara China hanya menegaskan bahwa konflik ini seharusnya tidak perlu terjadi dan tidak memiliki alasan untuk terus berlanjut.

Secara opini, reli minyak saat ini lebih banyak digerakkan oleh sentimen geopolitik dibandingkan perubahan besar pada pasokan fisik. Iran menyebut 30 kapal telah melintasi Selat Hormuz, tetapi angka itu masih jauh dari kondisi normal sebelum perang yang mencapai sekitar 140 kapal per hari. Selama negosiasi AS-Iran masih buntu, serangan terhadap kapal belum mereda, dan jalur Hormuz belum pulih penuh, harga minyak berpotensi tetap tinggi.

Dampaknya, pasar global perlu mewaspadai risiko inflasi energi, tekanan biaya produksi, serta peluang bank sentral mempertahankan suku bunga ketat lebih lama.(yds)

Sumber: newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai