• Mon, May 11, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

11 May 2026 07:35  |

Brent Naik Tajam, Hati-hati ini Arah Selanjutmya!

Harga minyak naik tajam setelah Presiden AS Donald Trump menolak respons terbaru Iran atas proposal penghentian perang, sehingga gangguan di Selat Hormuz berlanjut dan pasokan energi global tetap ketat.

Brent sempat menguat hingga 3,5% ke US$104,80/barel, sementara WTI naik mendekati US$99. Pada 07.45 waktu Singapura, Brent untuk penyelesaian Juli naik 3,1% ke US$104,39, dan WTI untuk pengiriman Juni naik 3,1% ke US$98,35.

Gangguan pengiriman lewat Hormuz sejak akhir Februari membatasi arus minyak, gas, dan bahan bakar, mendorong harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi. Ketegangan juga dinilai masih rapuh setelah insiden serangan drone yang sempat membakar kapal kargo di lepas Qatar, sementara UEA dan Kuwait mengaku mencegat drone.

Dari sisi ekspektasi pasar, Saudi Aramco menyebut normalisasi pasar baru berpotensi terjadi pada 2027 jika pembatasan pengiriman berlanjut lebih dari beberapa minggu lagi, meski perusahaan sudah mengalihkan sebagian arus melalui pelabuhan Yanbu. Survei Goldman Sachs juga menunjukkan mayoritas responden memperkirakan gangguan arus di Hormuz melampaui akhir Juni, dengan total arus masih jauh di bawah level sebelum perang meski ada sebagian tanker berhasil keluar.

Indikator pasar fisik menguat: volume transaksi kontrak Brent Juli melonjak di awal sesi, dan prompt spread melebar dengan selisih sekitar US$4/barel dalam backwardation, mencerminkan kondisi pasokan yang ketat. Pasar juga mencermati perkembangan geopolitik, termasuk pernyataan PM Israel bahwa konflik “belum selesai” serta agenda pertemuan Trump–Xi yang berpotensi menekan isu dukungan China terhadap Iran.

5 inti poin:

- Minyak melonjak setelah Trump menolak respons Iran, memperpanjang gangguan Hormuz.

- Brent naik hingga 3,5% (sekitar US$104–105), WTI naik sekitar 3% (sekitar US$98–99).

- Gangguan pasokan lewat Hormuz menjaga risiko inflasi dan ketatnya pasokan energi global.

- Ekspektasi gangguan memanjang: Aramco sebut normalisasi bisa 2027; survei Goldman lihat disrupsi melewati akhir Juni.

- Sinyal pasar fisik menguat: prompt spread backwardation sekitar US$4/barel dan volume transaksi awal sesi melonjak.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai