• Sat, May 9, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

9 May 2026 02:26  |

Harga Minyak Menguat di Tengah Bentrokan Teluk, Gencatan Senjata Terancam

Harga minyak kembali bergerak naik seiring meningkatnya spekulasi bahwa bentrokan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi menggagalkan gencatan senjata yang rapuh. Situasi ini meredupkan harapan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat, sekaligus mempertahankan premi risiko perang di pasar energi global.

Minyak mentah Brent, sebagai acuan global, diperdagangkan di sekitar US$101 per barel meski masih mencatat penurunan mingguan. Ketegangan baru di Teluk Persia mengguncang pasar, bahkan ketika pejabat AS menyatakan bahwa Washington masih menunggu respons Iran atas proposal terbaru untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz—jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dunia.

Fokus pasar tetap tertuju pada Selat Hormuz yang praktis tertutup sejak konflik meletus pada akhir Februari. Penutupan tersebut memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah modern, dengan aliran minyak terhambat dan sejumlah sumur di kawasan terpaksa dihentikan operasinya. Analis menilai kendali atas selat kini menjadi kartu tawar utama Iran dalam negosiasi.

Di lapangan, ketegangan meningkat setelah pasukan AS melancarkan serangan udara terhadap dua kapal tanker minyak Iran yang disebut berupaya menembus blokade laut AS. Washington juga menargetkan lokasi peluncuran rudal dan drone yang dituding menyerang kapal perang Amerika. Iran mengecam tindakan tersebut dan menuduh AS melanggar kesepakatan gencatan senjata, sembari menyusun rencana baru terkait rezim hukum Selat Hormuz.

Presiden Donald Trump menyatakan tiga kapal perang AS berhasil keluar dari selat tanpa kerusakan dan menegaskan bahwa gencatan senjata masih berlaku. Namun ia juga memperingatkan potensi eskalasi yang lebih keras apabila kesepakatan damai tidak segera tercapai. Pasar pun bergerak di antara dua risiko utama: diplomasi yang masih terbuka dan kemungkinan konflik yang kembali memanas.

Volatilitas harga minyak dalam sepekan terakhir mencerminkan ketidakpastian tersebut, dengan pergerakan harga berada dalam rentang lebar. Ketidakjelasan sikap Iran terhadap proposal perdamaian AS membuat pelaku pasar menahan eksposur risiko, sementara premi perang tetap melekat pada harga.

Kepala Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa dunia kehilangan jutaan barel pasokan minyak per hari akibat konflik, dan pemulihan produksi akan berlangsung bertahap. Lembaga tersebut juga menegaskan kesiapan untuk mengambil langkah tambahan guna menstabilkan pasar jika diperlukan.

Dengan ketegangan yang belum mereda dan negosiasi yang masih berlangsung, pasar energi global diperkirakan akan tetap sensitif terhadap setiap perkembangan baru di kawasan Teluk.(mrv)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai