Dolar Melemah Usai NFP Solid, Ketegangan Hormuz Reda Sementara
Dolar AS melemah pada Jumat (8/5) setelah laporan tenaga kerja April yang lebih kuat dari perkiraan mendorong pelaku pasar mengurangi taruhan kenaikan suku bunga. Pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa gencatan senjata Washington–Teheran masih berlaku, meski ada bentrokan baru di Selat Hormuz, turut meredam permintaan aset safe haven.
Indeks dolar turun 0,2% ke 97,91 pada 14:52 ET (18:52 GMT). Fokus pasar tertuju pada implikasi data ketenagakerjaan terhadap arah kebijakan moneter, di tengah kekhawatiran inflasi yang kembali sensitif seiring lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah.
Nonfarm payrolls tercatat naik 115 ribu pada April, melampaui ekspektasi ekonom 65 ribu, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,3%, menurut Bureau of Labor Statistics. Menjelang rilis, sebagian pelaku pasar memperhitungkan peluang kecil The Fed menaikkan suku bunga tahun ini untuk merespons potensi guncangan inflasi dari perang, namun probabilitas tersebut mereda setelah data keluar, mengacu pada CME FedWatch tool. Secara umum, suku bunga yang lebih tinggi cenderung menopang dolar.
Dari sisi geopolitik, Selat Hormuz tetap menjadi perhatian utama. Jalur strategis ini disebut efektif tertutup sejak akhir Februari setelah Iran menutup akses, memicu disrupsi pasokan yang besar. AS sempat meluncurkan lalu menghentikan sementara upaya “Project Freedom” untuk membantu pelayaran kapal komersial, sementara militer AS sejak pertengahan April mempertahankan blokade atas pelabuhan dan garis pantai Iran. Pada Jumat, U.S. Central Command menyatakan telah menembaki dan melumpuhkan dua tanker kosong berbendera Iran yang mencoba masuk ke pelabuhan Iran di Teluk Oman, menyusul laporan pelumpuhan satu tanker kosong lainnya pada Rabu. Update CENTCOM menyusul pernyataan sehari sebelumnya bahwa militer AS mencegat serangan Iran terhadap tiga kapal perang AS yang melintas di Selat Hormuz. Fox News melaporkan AS membalas dengan menyerang target di Pelabuhan Qeshm dan Bandar Abbas, mengutip pejabat senior AS.
Iran menyatakan masih meninjau proposal satu halaman berisi 14 poin yang berpotensi mengakhiri konflik dan belum mengambil kesimpulan. Trump mengatakan kepada ABC News bahwa serangan terbaru hanyalah “love tap” dan gencatan senjata masih “berlaku”, namun kemudian memperingatkan di media sosial bahwa AS akan menyerang lebih keras bila Iran tidak segera menandatangani kesepakatan.
Di pasar valas utama lainnya, sterling menguat 0,4% ke US$1,3624 di tengah sorotan pemilu lokal Inggris, dengan Partai Buruh (Labour) dilaporkan menelan kerugian besar termasuk kekalahan historis di Wales, sementara Reform meraih kenaikan signifikan. Euro naik 0,5% ke US$1,1779. Yen sedikit menguat, dengan USD/JPY turun 0,1% ke 156,68, setelah yen menjadi sorotan menyusul laporan intervensi pemerintah Jepang. (Arl)*
Sumber : Newsmaker.id