• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

23 February 2026 09:36  |

Minyak Turun, Pasar Menimbang Deal Iran–AS

Harga minyak melemah karena pelaku pasar menimbang peluang tercapainya kesepakatan nuklir AS–Iran, di saat negosiasi lanjutan dijadwalkan berlangsung pekan ini dan kekuatan militer AS terus menumpuk di Timur Tengah. Pasar mencoba menyeimbangkan dua risiko: peluang jalur diplomasi yang meredakan ketegangan, versus ancaman gangguan pasokan jika situasi memanas.

Brent turun mendekati US$71/barel setelah pada Jumat ditutup nyaris tidak berubah, meski Presiden AS Donald Trump menyebut sedang mempertimbangkan serangan militer terbatas ke Iran. Pada perdagangan Senin, Brent kontrak April turun sekitar 0,7% ke US$71,28/barel, sementara WTI kontrak April turun 0,7% ke US$66,01/barel.

Dari pihak Iran, Menlu Abbas Araghchi mengatakan ada “peluang besar” tercapainya solusi diplomatik yang saling menguntungkan. Ia juga menyebut akan bertemu utusan khusus AS Steve Witkoff untuk pembicaraan di Jenewa. Sepanjang awal tahun ini, harga minyak sempat reli walau banyak proyeksi menilai pasar berpotensi surplus, karena kekhawatiran konflik AS–Iran membuat pelaku pasar memasang lindung nilai agresif di pasar futures dan opsi.

Namun, fokus utama tetap pada risiko pasokan. Jika ekspor Iran terdampak atau ada gangguan kredibel di Selat Hormuz, harga bisa “repricing” cepat. Hormuz adalah jalur sempit yang dilalui tanker minyak dan LNG setiap hari; Iran bahkan tidak perlu menutup total untuk menimbulkan efek besar ke pasar global. Sejumlah negara seperti Arab Saudi, Irak, dan Kuwait mengirim minyak melalui jalur ini banyak kargonya mengalir ke Asia sementara Iran sendiri memompa lebih dari 3 juta barel per hari (sekitar 3% output global) dan mayoritas ekspornya mengarah ke China.

Menariknya, sinyal dari struktur pasar mulai mereda. Prompt spread Brent (selisih kontrak dua bulan terdekat) masih berada dalam kondisi backwardation yang bullish, tetapi menyempit menjadi sekitar 41 sen/barel pada Senin, dibanding lebih dari US$1 pada akhir Januari. Pelaku pasar menilai indikator seperti time spreads, persediaan diesel/gasoil, dan disiplin OPEC akan memberi petunjuk apakah ketegangan ini benar-benar mengarah pada pengetatan pasokan yang nyata. (asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
OIL

Brent Stabil, Risiko Hormuz Belum Hilang

Harga minyak bergerak stabil setelah Amerika Serikat dan Iran menyampaikan nada positif dalam pembicaraan terkait program nuk...

18 February 2026 15:41
BIAS23.com NM23 Ai