• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

4 February 2026 13:34  |

Minyak Menguat Lagi: Tensi AS–Iran Memanas, Stok AS Anjlok Tajam

Harga minyak naik untuk hari kedua berturut-turut setelah ketegangan geopolitik kembali muncul, menyusul laporan bahwa AS menembak jatuh drone Iran di dekat kapal induk AS di Laut Arab. Peristiwa ini membuat pasar kembali memasang geopolitical risk premium karena risiko gangguan pasokan Timur Tengah ikut naik.

Kontrak Brent menguat ke area $68 per barel setelah naik 1,6% pada Selasa, sementara WTI bergerak di sekitar $64. Insiden tersebut sempat membuat pasar “kaget”, tetapi Donald Trump menegaskan kedua pihak masih menjaga jalur diplomasi. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, juga menyatakan negosiasi AS–Iran masih dijadwalkan Jumat.

Dari sisi fundamental pasokan, harga minyak ikut ditopang data inventori. American Petroleum Institute melaporkan stok minyak mentah AS turun 11,1 juta barel pekan lalu. Jika angka ini dikonfirmasi oleh data resmi yang akan rilis Rabu, ini berpotensi menjadi penurunan stok terbesar sejak Juni—sinyal bahwa pasokan domestik AS sedang mengetat.

Ketegangan juga terlihat di jalur energi paling krusial dunia. Sebuah tanker berbendera AS dilaporkan “dipanggil/dihampiri” kapal Iran saat melintasi Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak global. Militer AS menyebut Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps) melakukan tindakan “mengganggu” tanker Stena Imperative yang terkait program pengadaan bahan bakar militer AS, menurut United States Central Command.

Analis energi Saul Kavonic dari MST Marquee menilai insiden drone dan tanker menjadi pengingat bahwa situasi bisa meningkat tanpa sengaja. Ia memperkirakan pasar sedang menambahkan premi risiko geopolitik sekitar $5–$10 per barel, terutama karena kekhawatiran potensi aksi militer lanjutan AS terhadap Iran.

Kekhawatiran konflik di Timur Tengah makin sensitif karena kawasan ini menyumbang sekitar sepertiga pasokan minyak dunia. Meski pasar sempat melihat tanda-tanda oversupply meningkat, kekhawatiran geopolitik bulan lalu tetap membantu menopang harga minyak. Minyak juga ikut terbawa volatilitas komoditas yang lebih luas—di mana emas dan perak sempat jatuh tajam sebelum memantul lagi.

Di sisi lain, OPEC+ masih melihat permintaan global berangsur membaik mulai Maret atau April, menurut Wakil PM Rusia Alexander Novak. Kelompok produsen itu dijadwalkan memutuskan pada 1 Maret apakah akan melanjutkan kembali kenaikan produksi bulanan setelah jeda pada kuartal pertama.

Pada perdagangan di Singapura, Brent kontrak April tercatat naik 0,7% ke $67,77 per barel, sementara WTI kontrak Maret naik 0,8% ke $63,72 per barel.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Greenland & Tarif Trump Bikin Market Minyak Waspada

Harga minyak cenderung stabil di sesi Asia pada Senin setelah pekan lalu bergerak liar karena isu risiko pasokan Iran. Fokus ...

19 January 2026 10:48
BIAS23.com NM23 Ai