• Fri, Jan 23, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

23 January 2026 12:23  |

Trump Kirim “Armada” ke Iran, Harga Minyak Langsung Panas

Harga minyak menguat di perdagangan Asia pada Jumat setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal kemungkinan aksi militer terhadap Iran. Pernyataan ini langsung memicu kekhawatiran pasar soal gangguan pasokan di Timur Tengah—wilayah yang jadi nadi utama suplai energi dunia.

Meski sempat terpukul dalam beberapa sesi terakhir, minyak tetap mengarah mencatat kenaikan untuk pekan kelima beruntun. Pasar menilai permintaan berpotensi membaik, sementara premi risiko ikut naik karena ketegangan geopolitik global yang terus memanas.

Trump menyampaikan peringatan itu saat berbicara dengan wartawan di atas Air Force One. Ia mengatakan AS punya “armada” yang bergerak ke arah Iran, dan meminta Teheran tidak melakukan tindakan yang memicu eskalasi, termasuk menindak protestor atau menghidupkan kembali upaya nuklir. Nada pernyataannya jelas: AS “mengawasi sangat dekat” dan opsi keras tetap ada.

Sejumlah laporan menyebut sebuah kapal induk dan beberapa kapal perusak akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan. Ini memunculkan kembali bayangan konfrontasi militer di kawasan—dan pasar minyak biasanya bereaksi cepat ketika jalur pasokan berpotensi terganggu.

Kekhawatiran pasar punya dasar kuat karena Iran adalah salah satu produsen minyak terbesar di OPEC dan pemasok penting untuk China, importir minyak terbesar dunia. Jika AS benar-benar mengambil langkah militer, risiko gangguan ekspor Iran akan langsung merembet ke rantai pasokan global dan mendorong harga naik lebih tinggi.

Dari sisi pergerakan, minyak sempat “whipsaw” minggu ini—naik turun tajam—karena pasar juga mencerna perubahan sikap AS terkait Greenland. Namun di tengah ketidakpastian itu, harga minyak masih bertahan di jalur positif dan terus mengumpulkan tenaga untuk menutup pekan dengan penguatan.

Sentimen juga ditopang faktor fundamental permintaan. Data pertumbuhan ekonomi China yang masih positif memberi harapan konsumsi energi tetap jalan, ditambah sinyal dari lembaga energi global yang meningkatkan proyeksi permintaan 2026. Setelah tahun 2025 yang mengecewakan, sebagian investor juga melihat harga minyak menarik untuk aksi “bargain buying”.

Selain itu, pelemahan dolar membantu minyak karena komoditas ini diperdagangkan dalam dolar—ketika dolar turun, minyak biasanya terasa lebih murah bagi pembeli luar AS. Pasar juga masih percaya The Fed berpeluang memangkas suku bunga tahun ini, yang biasanya mendukung aset berisiko dan komoditas lewat sentimen likuiditas.

5 poin penting:

- Harga minyak naik setelah Trump memberi sinyal potensi aksi militer terhadap Iran.

- Pasar khawatir gangguan pasokan Timur Tengah, sehingga premi risiko naik.

- Minyak berpeluang naik pekan kelima beruntun, meski sempat volatil.

- Iran adalah produsen besar OPEC dan pemasok penting untuk China—risiko gangguan ekspor bisa mengerek harga.

- Faktor pendukung lain: data China cukup positif, proyeksi permintaan 2026 membaik, dan dolar melemah karena ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Greenland & Tarif Trump Bikin Market Minyak Waspada

Harga minyak cenderung stabil di sesi Asia pada Senin setelah pekan lalu bergerak liar karena isu risiko pasokan Iran. Fokus ...

19 January 2026 10:48
BIAS23.com NM23 Ai