Minyak Turun 2% Dipicu Oversupply dan Harapan Perdamaian Ukraina
Harga minyak turun lebih dari 2% pada hari Jumat (26/12), dengan investor mengkhawatirkan potensi kelebihan pasokan global, meskipun ada harapan untuk kesepakatan perdamaian antara Ukraina dan Rusia. Minyak Brent turun $1,60, atau 2,57%, menjadi $60,64 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun $1,61, atau 2,76%, menjadi $56,74. Meskipun gangguan pasokan mendukung harga minyak dalam beberapa sesi terakhir, harga minyak berada di jalur penurunan tahunan terbesar sejak 2020, dengan Brent dan WTI masing-masing turun 19% dan 21% sepanjang tahun ini.
Kelebihan pasokan yang diprediksi, dengan produksi minyak global melebihi permintaan, menjadi masalah utama yang membebani harga minyak. Laporan pasar minyak IEA memperkirakan surplus 3,84 juta barel per hari pada tahun depan. Selain itu, investor juga memantau perkembangan dalam proses perdamaian Ukraina-Rusia. Jika kesepakatan tercapai, ini bisa menyebabkan pencabutan sanksi internasional terhadap sektor minyak Rusia, yang dapat berdampak pada pasokan global.
Sementara itu, Gedung Putih fokus pada blokade minyak Venezuela, meskipun dampaknya terhadap harga minyak global saat ini terbatas. Kelebihan pasokan yang diperkirakan dan ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga minyak dalam jangka pendek. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id