Aksi Profit Taking Gagalkan Emas Pertahankan $5000
Harga emas bergerak melemah dari area $5.000/ons karena pasar mulai ambil untung dan belum melihat katalis baru yang cukup kuat setelah gejolak ekstrem pekan lalu.
Spot gold (XAU/USD) saat ini berada di sekitar $4.953/ons, naik tipis +0,1% dibanding penutupan sebelumnya — tetapi masih bergerak fluktuatif di rentang harian $4.855–$5.092.
Pergerakan emas minggu ini cenderung “ngambang”: sempat menyentuh lagi di atas $5.000 ketika dip buyers masuk, lalu berbalik turun ketika trader mengunci profit. Ini wajar karena emas masih berada jauh di bawah rekor akhir Januari (sekitar $5.595) setelah sempat mengalami koreksi tajam.
Faktor lain yang ikut menahan emas adalah dolar yang menguat, membuat emas lebih mahal bagi pembeli non-USD. Reuters mencatat emas sempat turun sekitar 0,3% ke $4.924,89/ons pada Rabu, setelah sebelumnya sempat naik lebih dari 3% intraday—gambaran yang menegaskan volatilitas masih tinggi.
Di sisi sentimen, dukungan safe-haven belum hilang sepenuhnya karena isu geopolitik masih berputar di sekitar ketegangan AS–Iran, meski ada sinyal diplomasi yang terus berjalan. Kombinasi “headline panas vs harapan negosiasi” ini membuat pasar sulit memilih arah yang benar-benar tegas, sehingga emas lebih sering bergerak rangebound.
Para pelaku pasar juga menilai bahwa supaya emas bisa “betah” di atas $5.000, dibutuhkan pemicu baru—entah dari dolar/imbal hasil, ekspektasi suku bunga, atau eskalasi risiko yang lebih jelas. Dalam konteks ini, banyak investor percaya tren besar emas masih didukung fundamental (ketidakpastian global, kebijakan moneter, dan permintaan lindung nilai), tapi jalannya tidak akan mulus dan cenderung “zig-zag”.
Sementara itu, logam lain bergerak lebih “liar”: Reuters mencatat perak sempat menguat ke sekitar $86-an, dengan platinum dan palladium juga ikut naik, menandakan rotasi posisi di precious metals masih berlangsung setelah aksi jual besar.(yds)
Sumber: Newsmaker.id