Emas Naik Saat Perang Timur Tengah Memanas dan Dolar Melemah!
Harga emas menguat seiring pelemahan dolar AS dan eskalasi perang di Timur Tengah yang memasuki hari keenam tanpa tanda mereda. Bullion sempat naik hingga 0,9% menembus $5.180 per ons, melanjutkan kenaikan sekitar 1% pada sesi sebelumnya. Permintaan aset aman kembali menguat ketika operasi militer AS dan Israel berlanjut, sementara Iran merespons dengan peluncuran rudal ke beberapa negara di kawasan.
Sentimen risk-off makin kuat setelah laporan serangan terhadap infrastruktur energi dan gangguan jalur strategis Selat Hormuz, yang meningkatkan kekhawatiran lonjakan harga energi dan risiko rantai pasok global. Presiden Donald Trump menyatakan keyakinan atas kampanye militer AS, termasuk klaim bahwa AS menenggelamkan kapal perang Iran di perairan internasional. Di sisi lain, Teheran membantah laporan bahwa Kementerian Intelijennya telah menghubungi Washington untuk bernegosiasi mengakhiri konflik.
Di luar faktor geopolitik, pasar juga menimbang risiko perang dagang baru saat Washington bersiap menaikkan tarif impor. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut rencana Trump menaikkan tarif universal dari 10% menjadi 15% berpeluang mulai berlaku pekan ini, dengan Uni Eropa diperkirakan mendapat pengecualian. Kombinasi ketegangan geopolitik, lonjakan energi, dan ancaman tarif berpotensi menjadi “guncangan ganda” bagi perdagangan global—kondisi yang biasanya mendukung emas.
Penguatan emas juga didorong pelemahan dolar yang mencatat penurunan terbesar dalam sekitar tiga pekan, membuat emas lebih “murah” bagi pembeli non-dolar. Indeks dolar turun sekitar 0,4% dalam dua hari terakhir, meski masih naik hampir 1% sepanjang pekan ini. Sebelumnya, penguatan dolar dan aksi jual luas di pasar saham sempat memicu penurunan tajam logam mulia pada Selasa, sebelum pasar kembali stabil.
Secara kinerja tahunan, emas sudah naik sekitar 20% tahun ini, ditopang ketegangan geopolitik dan perdagangan serta kekhawatiran soal independensi The Fed. Harga bahkan sempat mencetak rekor di atas $5.595 per ons pada akhir Januari. Pada perdagangan pagi di Asia, spot gold naik 0,7% ke $5.176,83 per ons (pukul 09:23 waktu Singapura), sementara perak naik 1,5% ke $84,79, dengan platinum dan palladium ikut menguat.(asd)
Sumber: Newsmaker.id