Perang Iran Memanas Hari Keenam, Risiko Energi Kembali Menekan Pasar
Perang AS–Israel melawan Iran memasuki hari keenam tanpa tanda mereda, dengan Teheran bersumpah mengintensifkan pembalasan di tengah kenaikan harga minyak. Negara-negara Arab di Timur Tengah serta Israel melaporkan pencegatan rudal dan drone Iran hingga Kamis, sementara Qatar meminta penduduk tetap berada di dalam ruangan karena tingkat ancaman yang tinggi.
Iran mengatakan telah menyerang sebuah kapal tanker minyak di Teluk Persia, menegaskan meningkatnya risiko terhadap pelayaran di kawasan kaya energi. Israel melanjutkan gelombang serangan udara ke Teheran yang menargetkan aset militer dan intelijen, setelah operasi terhadap Hizbullah di Lebanon. Total korban tewas di Iran disebut telah mencapai setidaknya 1.200 orang, dengan puluhan lainnya di wilayah tersebut.
Korps Garda Revolusi Iran menyatakan serangan balasan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang. Presiden AS Donald Trump juga mengambil sikap menantang, sementara Gedung Putih menyebut pihaknya hampir “menguasai sepenuhnya” wilayah udara Iran. Konflik juga melebar secara geografis setelah Iran berjanji membalas penenggelaman kapal perang di lepas pantai Sri Lanka, yang disebut sebagai serangan kapal selam AS terhadap kapal permukaan pertama sejak Perang Dunia II.
Risiko perang berkepanjangan mengguncang pasar: Brent naik mendekati US$82 per barel setelah melonjak sekitar 13% pada tiga hari pertama pekan ini. Emas melanjutkan kenaikan di tengah kekhawatiran konflik berlarut, sementara aksi jual obligasi global berlanjut dengan yield Treasury 10 tahun naik untuk hari keempat berturut-turut.
Gangguan juga terasa pada sektor transportasi. Jumlah penerbangan yang dibatalkan ke pusat-pusat Timur Tengah dilaporkan melampaui 23.000 sejak pertempuran dimulai, membuat ribuan penumpang terdampar di wilayah Teluk. Di saat yang sama, Iran belum menunjuk pemimpin tertinggi baru setelah tewasnya Ayatollah Ali Khamenei, dengan keputusan disebut akan diambil “sesegera mungkin.”
Di medan tempur, Arab Saudi mengatakan kembali mencegat sejumlah rudal dan drone semalam, dengan serangan banyak diarahkan ke Al Kharj dekat Riyadh dan wilayah timur tempat fasilitas Saudi Aramco berada. Israel melaporkan sirene kembali berbunyi di sekitar Tel Aviv dan menyebut terjadi penurunan jumlah peluncuran dari Iran, namun ketidakpastian tetap tinggi karena perang belum menunjukkan jalur de-eskalasi yang jelas.(alg)
Sumber: Newsmaker.id