Harga Minyak Terkoreksi, Geopolitik dan Kesepakatan Ukraina Jadi Sorotan
Harga minyak merosot pada hari Jumat (26/12) setelah pasar mencerna kabar baik dari pembicaraan perdamaian Ukraina yang menunjukkan kemajuan menuju kesepakatan yang bisa membuka pintu bagi lebih banyak pasokan minyak Rusia ke pasar global. West Texas Intermediate (WTI) sedikit turun dan diperdagangkan di sekitar $58 per barel, meskipun tetap berada di jalur kenaikan mingguan terbesar sejak akhir Oktober. Sementara itu, Brent diperdagangkan di bawah $62 per barel.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, menyatakan akan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Florida pada Minggu untuk membahas upaya mengakhiri perang Rusia. Pertemuan ini menunjukkan bahwa kerangka kesepakatan perdamaian sudah hampir siap. Di sisi lain, meskipun ada kemajuan di Ukraina, pengaruhnya terhadap harga minyak terbilang signifikan, mengalahkan dampak positif dari blokade pengiriman minyak mentah Venezuela dan serangan militer AS terhadap kelompok teroris di Nigeria.
Meskipun ketegangan geopolitik terus memengaruhi harga minyak, pasar tetap khawatir tentang kelebihan pasokan global, yang diprediksi akan meningkat tahun depan. Sejumlah analis, termasuk Kirill Bakhtin dari BCS Financial Group, mencatat bahwa sementara harga minyak mendapat dorongan dari data ekonomi AS yang kuat dan ketidakstabilan geopolitik, ekspektasi surplus pasokan masih membebani pasar. Selain itu, melemahnya dolar AS juga memberikan dukungan harga minyak, menjadikannya lebih terjangkau bagi pembeli luar negeri. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id