Harga Minyak Stabil, Risiko Pasokan Terus Menjaga Kewaspadaan
Harga minyak stabil pada hari Jumat di tengah ketegangan geopolitik yang berkembang, dengan investor memantau potensi risiko pasokan. Brent crude futures turun 2 sen menjadi $62,22 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 6 sen menjadi $58,41. Pasar tetap hati-hati setelah serangan udara yang dilakukan AS terhadap kelompok teroris Islamic State di Nigeria, yang meskipun tidak menyasar infrastruktur minyak langsung, menambah ketegangan global.
Selain itu, pemerintahan Trump meningkatkan tekanan ekonomi pada Venezuela dengan memfokuskan militer AS pada "karantina" terhadap minyak Venezuela selama dua bulan ke depan. Meskipun pasokan terhambat, harga minyak masih dipengaruhi oleh kekhawatiran tentang kelebihan pasokan global, dengan Brent dan WTI diperkirakan mengalami penurunan tahunan terbesar sejak 2020.
Ketegangan geopolitik lainnya di wilayah Eropa Timur juga turut mempengaruhi pasar minyak. Perhatian investor kini terfokus pada proses perdamaian antara Rusia dan Ukraina, yang bisa mengubah dinamika pasokan minyak dunia. Kesepakatan damai dapat membuka jalan bagi penghapusan sanksi internasional terhadap sektor minyak Rusia, yang berpotensi mengubah perimbangan pasokan global.
Meskipun minyak diperkirakan akan menghadapi tantangan akibat surplus pasokan yang diperkirakan pada tahun depan, gangguan pasokan yang terus berlanjut di Venezuela dan Kazakhstan tetap memberikan dukungan untuk harga minyak. Semua mata tertuju pada perkembangan lebih lanjut dari diplomasi internasional dan dampaknya terhadap pasar energi.(asd)
Sumber: Newsmaker.id